Iklan Investor Pialang
Rabu, 20 Juni 2018 | 18:57 WIB

Penembakan Personel Polisi Ulah Dari Teroris

Senin, 26 Agustus 2013 / hukum / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (Purn) Noegroho Djajoesman mengatakan pihak Polri harus mendalam kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu dalam kasus penembakan personel polisi.

"Ini bukan aksi kriminalitas biasa, yakin penembakan liar ulah dari teroris," kata Noegroho Djajoesman, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, penembakan terhadap anggota Polri yang marak belakangan ini membuktikan merupakan resiko tugas bagi anggota Polri.

"Kasus penembakan adalah tantangan yang harus dihadapi oleh setiap anggota karena tugas polisi penuh resiko dan mulia," katanya.

Noegroho juga mengatakan dengan banyaknya pelaku kejahatan dan teroris yang sudah tertangkap oleh Polri, tentunya menimbulkan reaksi dari mereka yang masih berkeliaran.

"Polri harus berhati-hati terhadap para pelaku kejahatan maupun teroris yang belum tersentuh," kata mantan Kapolda Metrojaya 1998-1999 ini.

Dia juga berkeyakinan bahwa maraknya penembakan terhadap personel polisi ini bukan terkait masalah pelenggaran kewenangan polisi.

"Saya berkeyakinan penembakan tersebut bukan terkait masalah pelanggaran kewenangan Polri tapi lebih cenderung kepada reaksi brutal dari para pelaku kejahatan dan teroris yang belum terungkap," katanya.

Noegroho menggingatkan bahwa jaringan pelaku kejahatan dan teroris ada yang terorganisir dan ada yang tidak, sehingga untuk mengungkapkannya perlu waktu dan proses guna menentukan langkah-langkah yang akurat.

Dia juga berharap seluruh anggota Polri lebih meningkatkan kewaspadaannya serta senantiasa tetap menjalankan tugasnya dalam memberantas kejahatan dan menciptakan rasa aman sesuai dengan tugas, fungsi, serta peranannya masing-masing.

"Jangan kita menghindari permasalahan ini, tetapi hadapilah sebagai suatu bentuk tantangan yang harus dituntaskan," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa Polri harus tetap dekat dengan masyarakat, tidak perlu takut menghadapi resiko tugas.

"Dan yang terpenting, 'moral support' dari setiap pimpinan kepada anggotanya. Tegakkan kebenaran dan keadilan serta hindarilah tindakan/perbuatan yang menyakiti hati masyarakat," kata Noegroho.

Dibaca : 1204 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER