Iklan Investor Pialang
Minggu, 25 Februari 2018 | 05:06 WIB

KPK Tidak Simpulkan Transfer Widodo ke Simon

Kamis, 22 Agustus 2013 / hukum / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, mengkonfirmasi hingga Kamis (22/8), lembaganya tidak menyimpulkan terdapat transfer uang dari Direktur Kernel Oil Pte Ltd, Widodo Ratanachaithong, ke Simon Gunawan Tanjaya terkait suap kepada mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

"Kami belum melakukan konfirmasi apakah S (Simon Tanjaya) ini mendapat uang dari Widodo. Terbuka peluang, apakah memang itu betul uang dari S (Simon Tanjaya) saja, atau juga dari pihak lainnya," kata Bambang selepas diskusi "Berantas Korupsi Lewat Udara" di Gedung KPK Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan pernyataannya terkait perantara perdagangan (broker) dalam proses bisnis minyak merupakan usaha untuk memetakan modus operandi penyuapan dalam pengadaan usaha minyak.

"Bisa saja satu perusahaan 'trader' itu memang benar 'trader' yang bermain atau 'trader' sebagai alat saja, abal-abal. Ini saya memberikan klarifikasi mengenai modus operandi. Jadi, saya tidak menunjuk satu perusahaan tertentu," kata Bambang.

Bambang mengatakan KPK sedang melanjutkan proses pemeriksaan terhadap Rudi Rubiandini untuk mengetahui apakah motivasi suap Kernel Oil bertujuan memenangkan pelelangan (tender) yang digelar SKK Migas.

"Kalau menyimpulkan belum. Kami harus hati-hati, apakah betul dari sana atau tidak. Jadi tidak dapat disimpulkan sekarang," kata Bambang.

Terkait pemeriksaan saksi pegawai Bank Indonesia dalam kasus suap terhadap Rudi, Bambang mengatakan KPK mencari informasi transaksi yang dikontrol Bank Indonesia.

"Itu persoalan penyidik, yang pasti siapapun dapat memberikan informasi dan mengklarifikasi agar kualitas penyidikan ini dapat lebih baik," kata Bambang.

KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan Devi Ardi dari swasta sebagai tersangka penerima suap terkait lingkup kewenangan SKK Migas. Sedangkan Simon Tanjaya dari perusahaan Kernel Oil Pte Ltd ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Rudi Rubiandini dan pelaku swasta Devi Ardi sebagai penerima suap dituduh melanggar pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, pelaku pemberi suap Simon Tanjaya, dari perusahaan Kernel Oil, diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dibaca : 896 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER