Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 20:56 WIB

MA Tandatangani Mou Annex Dengan FCA Dan FCOA

Kamis, 04 Oktober 2012 / hukum / antara

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali telah menandatangani lampiran Nota Kesepahaman (MoU Annex) dengan Federal Court of Australia (FCA) dan Family Court of Australia (FCoA) di Harry Gibbs Commonwealth Law Courts Building, Gedung FCA, Brisbane, Queensland, Australia.

Dari pihak FCA penandatanganan dilakukan oleh Chief Justice PA Keane, sedangkan dari FCoA dilakukan oleh Chief Justice Diana Bryant.

Dalam siaran pers MA yang dilansir di websitenya, Kamis, MoU antara MA, FCA, dan FCoA terakhir dilakukan pada tanggal 21 Juli 2008 dan diperbaharui setiap tahun melalui penandatanganan lampiran MoU (annex), dimana MoU pertama antar tiga pengadilan ini dilakukan pada tahun 2004.

Lampiran MoU berisi tentang kerjasama yudisial bidang tertentu yang berlaku selama satu tahun sebagai penerjemahan dari MoU.

Ruang lingkup lampiran MoU tahun ini meliputi bidang mediasi, "small claim court", bisnis "process reengineering", program magang dan "class action".

Hatta Ali, dalam sambutannya usai penandatanganan MoU, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak Federal Court dan Family Court yang dalam delapan tahun terakhir ini telah menjalin kerjasama yudisial yang baik dengan MA.

Kerjasama yang terjalin dengan baik ini, kata Hatta, terjadi ditengah-tengah perbedaan budaya, bahasa, dan sistem hukum.

"Meskipun berbeda, kita sama-sama lembaga peradilan, sehingga sama-sama menjunjung supremasi hukum," katanya.

Ketua MA berharap kerjasama judisial antar tiga pengadilan ini, selain manajemen perkara juga diperluas ke bidang "access to Justice".

"Masalah 'access to justice' merupakan masalah mendasar yang dihadapi pencari keadilan di Indonesia," ungkap Hatta.

Ketua MA mengungkapkan bahwa minimnya sarana dan prasarana, lemahnya manajemen organisasi, proses penganggaran, dan politik legislasi yang tidak responsif memaksa peradilan Indonesia untuk lebih kreatif dan proaktif dalam menjembatani masalah access to justice ini.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Hatta, kerjasama yang dipayungi MoU ini akan mengusung isu access to justice yang meliputi penguatan mediasi pada hukum keluarga, gugatan kelas, dan small claim court.

"Persoalan tersebut sangat aktual bagi peradilan Indonesia," tegasnya.

Ketua MA pun menilai program magang tiga orang hakim di FCA sebagai langkah yang positif untuk mendukung business process reengineering yang diamanatkan oleh cetak biru.

"Business process reengineering ini sangat penting karena akan menjadikan penanganan perkara yang lebih responsif, ramah pengguna, dan mampu menghadapi tantangan beban kerja," katanya.

Chief Justiece PA Keane, dalam pidatonya, mengungkapkan pihaknya sangat terhormat diberi kesempatan untuk memberi dukungan pembaruan peradilan di Mahkamah Agung.

"Meskipun dukungan kami kecil, kami mengucapkan terima kasih atas nama seluruh staf," kata Keane.

Chief Justice FCA ini memberikan penegasan terhadap mediasi yang akan dijadikan salah satu fokus dalam lampiran MoU tahun ini. Menurutnya kedudukan mediasi sangat strategis dalam proses manajemen perkara, khususnya dalam penyelesaian perkara.

"Mediasi efektif dalam proses 'access to justice'," tegas CJ PA Keane.

Soal access to justice ini juga mendapat perhatian dalam sambutan Chief Justice Family Court of Australia, CJ Diana Bryant.

Diana Bryant memberi apresiasi atas capaian access to justice yang diraih oleh peradilan di Indonesia.

Menurut dia, dengan program access to justice ini, sejumlah orang yang dikategorikan tidak mampu dan marginal bisa mengakses pengadilan, khususnya untuk mendapatkan pengesahan nikah, dan mendapatkan akta kelahiran.

Program ini pun, lanjut Diana Bryant, telah berhasil memberikan akses keadailan terhadap perempuan.

Diana Bryant menyebutkan bahwa keberhasilan access to justice di Indonesia, khususnya akses perempuan terhadap peradilan dan pembebasan biaya perkara telah menarik dua jurnal internasional untuk menerbitkan laporannya mengenai kedua hal tersebut.

Dibaca : 255 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER