Iklan Investor Pialang
Rabu, 23 Mei 2018 | 02:17 WIB

Calon Kada Banyak Terkena OTT KPK, KPU Jangan Cuek

" Kamis, 15 Februari 2018 00:45 WIBjpnn.com, JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Rizkiyansyah menilai, penangkapan terhadap sejumlah calon kepala daerah oleh KPK dalam beberapa hari terakhir, penting menjadi perhatian penyelenggara pemilu. Paling tidak untuk mengatur mekanisme ke depan, demi pemilu dan pilkada yang berkualitas. "Saya kira itu (penangkapan calon kepala daerah,red) sebenarnya menjadi warning. Harusnya menjadi bagian yang juga diperhatikan secara lebih serius oleh penyelenggara, terhadap mekanisme yang ada di dalam aktivitas pemilu. Misalnya, menginformasikan bahwa yang bersangkutan memang sudah tersangkut (kasus hukum)," ujar Ferry usai menjadi pembicara pada diskusi yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Rabu (14/2). Komisioner KPU periode 2012-2017, kata Ferry, pernah melakukan terobosan terkait calon kepala daerah yang tersangkut kasus hukum. Mereka menyurati presiden, agar kepala daerah terpilih ditunda pelantikannya karena berstatus tersangka. "Kami surati presiden, 'Pak presiden, ini tersangka lho'. Kami usulkan agar ditunda pelantikannya sampai ada putusan inkrah. Mekanisme ini juga untuk menjaga marwah proses pemilu yang berintegritas," ucapnya. Menurut mantan Komisioner KPU Jawa Barat ini, tokoh yang terjerat kasus hukum boleh saja tetap menjadi calon kepala daerah, selagi putusan hukum belum berkekuatan final dan mengikat. Namun, penting diinformasi pada masyarakat, bahwa calon tersebut berstatus tersangka. "Sama saja, misalnya pernah menjadi narapidana, dengan putusan MK boleh menjadi peserta pilkada. Tapi tetap harus diinformasikan atau dicantumkan dalam daftar riwayat hidupnya pernah menjadi narapidana. Agar pemilih tahu rekam jejaknya. Bahwa kemudian sudah berkelakuan baik, itu menjadi hak pemilih untuk menentukan sikap," katanya. KPK diketahui melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah kepala daerah yang juga berstatus sebagai calon kepala daerah, dalam beberapa hari terakhir. Masing-masing Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, yang kembali maju di Pilbup Jombang, Jawa Timur. Berita TerkaitBerita LainnyaSponsored Contentloading... .SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: georgia!important; } loading... .SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: georgia!important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } Video PilihanRabu, 14 Februari 2018Julius (Australia Got Talent 2013) Sibuk Bantu SesamaRabu, 14 Februari 2018Fahri Ditangkap Polisi Disaksikan Anak dan IstrinyaRabu, 14 Februari 2018Bukan Vakum, Kevin Aprilio Keceplosan Sampaikan Kondisi VierrataleRabu, 14 Februari 2018Sayap Gerindra Siap Menangkan Prabowo pada Capres 2019Rabu, 14 Februari 2018Rere Reina Mencoba Peruntungan menjadi Seorang ProduserRabu, 14 Februari 2018Drama 4 Gol Juventus vs Tottenham HotspurRabu, 14 Februari 2018Hemat, Skuat PSMS tak Pulang ke MedanRabu, 14 Februari 2018Kabarkan Sang Ayah Meninggal Lewat IG Story, Millen DicibirLet's block ads! (Why?) "

Rabu, 14 Februari 2018 /
Calon Kada Banyak Terkena OTT KPK, KPU Jangan Cuek
Kamis, 15 Februari 2018 00:45 WIBjpnn.com, JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Rizkiyansyah menilai, penangkapan terhadap sejumlah calon kepala daerah oleh KPK dalam beberapa hari terakhir, penting menjadi perhatian penyelenggara pemilu. Paling tidak untuk mengatur mekanisme ke depan, demi pemilu dan pilkada yang berkualitas. "Saya kira itu (penangkapan calon kepala daerah,red) sebenarnya menjadi warning. Harusnya menjadi bagian yang juga diperhatikan secara lebih serius oleh penyelenggara, terhadap mekanisme yang ada di dalam aktivitas pemilu. Misalnya, menginformasikan bahwa yang bersangkutan memang sudah tersangkut (kasus hukum)," ujar Ferry usai menjadi pembicara pada diskusi yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Rabu (14/2). Komisioner KPU periode 2012-2017, kata Ferry, pernah melakukan terobosan terkait calon kepala daerah yang tersangkut kasus hukum. Mereka menyurati presiden, agar kepala daerah terpilih ditunda pelantikannya karena berstatus tersangka. "Kami surati presiden, 'Pak presiden, ini tersangka lho'. Kami usulkan agar ditunda pelantikannya sampai ada putusan inkrah. Mekanisme ini juga untuk menjaga marwah proses pemilu yang berintegritas," ucapnya. Menurut mantan Komisioner KPU Jawa Barat ini, tokoh yang terjerat kasus hukum boleh saja tetap menjadi calon kepala daerah, selagi putusan hukum belum berkekuatan final dan mengikat. Namun, penting diinformasi pada masyarakat, bahwa calon tersebut berstatus tersangka. "Sama saja, misalnya pernah menjadi narapidana, dengan putusan MK boleh menjadi peserta pilkada. Tapi tetap harus diinformasikan atau dicantumkan dalam daftar riwayat hidupnya pernah menjadi narapidana. Agar pemilih tahu rekam jejaknya. Bahwa kemudian sudah berkelakuan baik, itu menjadi hak pemilih untuk menentukan sikap," katanya. KPK diketahui melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah kepala daerah yang juga berstatus sebagai calon kepala daerah, dalam beberapa hari terakhir. Masing-masing Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, yang kembali maju di Pilbup Jombang, Jawa Timur. Berita TerkaitBerita LainnyaSponsored Contentloading... .SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: georgia!important; } loading... .SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: georgia!important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } Video PilihanRabu, 14 Februari 2018Julius (Australia Got Talent 2013) Sibuk Bantu SesamaRabu, 14 Februari 2018Fahri Ditangkap Polisi Disaksikan Anak dan IstrinyaRabu, 14 Februari 2018Bukan Vakum, Kevin Aprilio Keceplosan Sampaikan Kondisi VierrataleRabu, 14 Februari 2018Sayap Gerindra Siap Menangkan Prabowo pada Capres 2019Rabu, 14 Februari 2018Rere Reina Mencoba Peruntungan menjadi Seorang ProduserRabu, 14 Februari 2018Drama 4 Gol Juventus vs Tottenham HotspurRabu, 14 Februari 2018Hemat, Skuat PSMS tak Pulang ke MedanRabu, 14 Februari 2018Kabarkan Sang Ayah Meninggal Lewat IG Story, Millen DicibirLet's block ads! (Why?) Sumber :https://www.jpnn.com/news/calon-kada-banyak-terkena-ott-kpk-kpu-jangan-cuek
SIGNUP FOR NEWSLETTER