Iklan Investor Pialang
Minggu, 25 Februari 2018 | 20:27 WIB

Ini Risiko yang Akan Terjadi Jika Kim Jong-un Dilengserkan Paksa?

" Liputan6.com, Seoul -Kim Jong-un adalah pemimpin ketiga Dinasti Kim yang menguasai Korea Utara sejak 1948. Belakangan, pria yang mewarisi takhta dari sang ayah di usia muda itu dianggap jadi ancaman dunia.Tak hanya sekedar retorika, ancaman Kim Jong-un terhadap sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, dilakukan dengan hal nyata: peluncuran rudal balistik antarbenua. Negara paling menutup diri di muka Bumi itu diyakini sedang mengembangkan senjata nuklir.Untuk menghentikan ancaman Korut, sejumlah pihak -- khususnya Barat -- menilai, Kim Jong-un adalah kuncinya. Ia harus dilengserkan paksa.Namun, seorang purnawirawan jenderal bintang tiga di Korea Selatan, Chun In-bum memperingatkan ancaman risiko jika hal itu dilakukan.Chun, yang sudah mengabdi 40 tahun di militer Korsel mengatakan, sangat tak mudah bagi pihak Barat untuk menggulingkan rezim di Korut. Apalagi, rakyat di sana sudah sedemikian rupa dicuci otaknya. Sehingga, mereka tak akan rela pemimpinnya dilengserkan."Saya mengingatkan pada pihak Barat, kedoktatoran di Korut sungguh berbeda," kata dia dalam wawancara dengan ABC, seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (10/2/2018).Purnawirawan Letnan Jenderal itu bahkan mengibaratkan, pelengseran Kim Jong-un seperti mencoba menyingkirkan 'Allah' dari Timur Tengah. "Akan sangat sulit."Chun menambahkan, proses cuci otak selama puluhan tahun yang dilakukan rezim membuat rakyat Korut melihat pemimpinnya sebagai manusia setengah dewa.Sistem di sana sengaja dibuat agar tiap warga saling mengawasi. Memata-matai satu sama lain. Itu berarti mempertanyakan segala sesuatu soal rezim bisa berarti maut.Korut yang dibuat tertutup dari dunia luar membuat warga di sana tak bisa mengetahui apapun yang terjadi di dunia. Segala informasi datang dari rezim.Chun mengatakan, kondisi tersebut membuat rakyat Korut lebih resisten terhadap perubahan.Meski demikian, ia memuji langkah Presiden Amerika Serikat yang memaksa pihak Korea Utara mencari alternatif konflik. Gayanya yang kasar, kata Chun, berhasil memaksa Kim Jong-un.Ancaman KudetaPeringatan tersebut muncul di tengah spekulasi bahwa sebuah upaya kudeta dapat berlangsung di Korut.Menurut media Inggris, Telegraph, sanksi yang ditetapkan terhadap Korea Utara memicu keresahan dan kebencian yang meningkat di kalangan militer terhadap rezim.Apalagi, militer jadi sasaran operasi pembersihan dalam beberapa pekan terakhir.November 2017 lalu, dua pejabat militer dilaporkan dihukum. Salah satunya, Wakil Marsekal Hwang Pyong-so. Pihak mata-mata Korsel mengungkapkan, mereka dianggap bersalah karena bikin Kim Jong-un marah berat.Let's block ads! (Why?) "

Sabtu, 10 Februari 2018 /
Ini Risiko yang Akan Terjadi Jika Kim Jong-un Dilengserkan Paksa?
Liputan6.com, Seoul -Kim Jong-un adalah pemimpin ketiga Dinasti Kim yang menguasai Korea Utara sejak 1948. Belakangan, pria yang mewarisi takhta dari sang ayah di usia muda itu dianggap jadi ancaman dunia.Tak hanya sekedar retorika, ancaman Kim Jong-un terhadap sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, dilakukan dengan hal nyata: peluncuran rudal balistik antarbenua. Negara paling menutup diri di muka Bumi itu diyakini sedang mengembangkan senjata nuklir.Untuk menghentikan ancaman Korut, sejumlah pihak -- khususnya Barat -- menilai, Kim Jong-un adalah kuncinya. Ia harus dilengserkan paksa.Namun, seorang purnawirawan jenderal bintang tiga di Korea Selatan, Chun In-bum memperingatkan ancaman risiko jika hal itu dilakukan.Chun, yang sudah mengabdi 40 tahun di militer Korsel mengatakan, sangat tak mudah bagi pihak Barat untuk menggulingkan rezim di Korut. Apalagi, rakyat di sana sudah sedemikian rupa dicuci otaknya. Sehingga, mereka tak akan rela pemimpinnya dilengserkan."Saya mengingatkan pada pihak Barat, kedoktatoran di Korut sungguh berbeda," kata dia dalam wawancara dengan ABC, seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (10/2/2018).Purnawirawan Letnan Jenderal itu bahkan mengibaratkan, pelengseran Kim Jong-un seperti mencoba menyingkirkan 'Allah' dari Timur Tengah. "Akan sangat sulit."Chun menambahkan, proses cuci otak selama puluhan tahun yang dilakukan rezim membuat rakyat Korut melihat pemimpinnya sebagai manusia setengah dewa.Sistem di sana sengaja dibuat agar tiap warga saling mengawasi. Memata-matai satu sama lain. Itu berarti mempertanyakan segala sesuatu soal rezim bisa berarti maut.Korut yang dibuat tertutup dari dunia luar membuat warga di sana tak bisa mengetahui apapun yang terjadi di dunia. Segala informasi datang dari rezim.Chun mengatakan, kondisi tersebut membuat rakyat Korut lebih resisten terhadap perubahan.Meski demikian, ia memuji langkah Presiden Amerika Serikat yang memaksa pihak Korea Utara mencari alternatif konflik. Gayanya yang kasar, kata Chun, berhasil memaksa Kim Jong-un.Ancaman KudetaPeringatan tersebut muncul di tengah spekulasi bahwa sebuah upaya kudeta dapat berlangsung di Korut.Menurut media Inggris, Telegraph, sanksi yang ditetapkan terhadap Korea Utara memicu keresahan dan kebencian yang meningkat di kalangan militer terhadap rezim.Apalagi, militer jadi sasaran operasi pembersihan dalam beberapa pekan terakhir.November 2017 lalu, dua pejabat militer dilaporkan dihukum. Salah satunya, Wakil Marsekal Hwang Pyong-so. Pihak mata-mata Korsel mengungkapkan, mereka dianggap bersalah karena bikin Kim Jong-un marah berat.Let's block ads! (Why?) Sumber :http://global.liputan6.com/read/3274528/ini-risiko-yang-akan-terjadi-jika-kim-jong-un-dilengserkan-paksa
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER