Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 02:14 WIB

Ratu Elizabeth Murka Saat Tahu Putri Diana Lakukan Hal Ini di Indonesia

" Liputan6.com, Serang - Hal yang membuat banyak orang jatuh hati pada sosok Putri Diana bukan hanya karena parasnya yang cantik, melainkan karena jiwa sosialnya. Sejak menikah dengan pewaris takhta Inggris, Princess of Wales itu kerap disibukkan dengan kunjungan kenegaraan dan aksi sosial. Dikutip dari laman BBC, Kamis (14/6/2018), semasa hidupnya Putri Diana kerap mendatangi sekolah, rumah sakit, dan juga melakukan kunjungan ke sejumlah negara di dunia. Meski berasal dari keluarga kerajaan dan lahir dari kalangan ningrat, Putri Diana terlihat alami dan melebur dengan orang kebanyakan, bahkan dengan mereka yang terpinggirkan. Pada tahun November 1989 silam, ibu dari Pangeran William dan Harry ini pernah melakukan kunjungan ke Indonesia. Namun, saat berada di Tanah Air melakukan tindakan yang 'terlarang'. Saat itu ia mengunjungi Rumah Sakit Sitanala di Banten, Indonesia. Putri Diana berkesempatan melihat pasien kusta -- hal yang ditakutkan orang banyak. Tak menghiraukan imbauan dari para pejabat dan awak media, Princess of Wales nekat duduk di tempat tidur penderita kusta dan berjabatan tangan dengan mereka. Diana bahkan tak ragu menyentuh perban yang membungkus luka para pasien. Tindakannya ini sontak menuai pujian. Sebab, Diana membantu menepis mitos dan kabar bohong yang terlanjur menyebar soal penyakit kusta. Banyak orang beranggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan. Oleh karena itu banyak pasien yang dijauhkan dan bahkan dikucilkan. Merasa tertegun melihat aksi tersebut, sebuah organisasi yang berfokus untuk mengobati pengidap kusta, The Leprosy Mission, meminta Diana untuk menjadi pelindung atau patron. Princess of Wales pun menerima tawaran tersebut dan menjadi patron untuk The Leprosy Mission sejak tahun 1990 hingga kematiannya pada 1997. Demikian seperti dikutip dari website organisasi tersebut, http://www.leprosymission.org.uk. Sebagai seorang patron, Diana mengunjungi sejumlah rumah sakit khusus kusta yang didirikan The Leprosy Mission di India, Nepal, dan Zimbabwe. Ia juga menjadi tuan rumah dan menghadiri sejumlah acara terkait di London dan Hong Kong. Untuk lebih fokus pada tugasnya, pada 1996 Putri Diana memangkas jabatannya sebagai patron dari 100 badan amal menjadi enam. The Leprosy Mission pun menjadi salah satu organisasi yang dipilihnya. Keterlibatan Putri Diana pada The Leprosy Mission mendobrak hambatan bagi penderita kusta sekaligus menginspirasi banyak orang. Saksikan video pilihan seputar Putri Diana berikut ini:Fotografer untuk Kerajaan Inggris ungkap kisah menarik di balik sang Princess of Wales yang berpose duduk seorang diri di bangku taman, di muka Taj Mahal India pada Februari 1992.Let's block ads! (Why?) "

Kamis, 14 Juni 2018 /
Ratu Elizabeth Murka Saat Tahu Putri Diana Lakukan Hal Ini di Indonesia
Liputan6.com, Serang - Hal yang membuat banyak orang jatuh hati pada sosok Putri Diana bukan hanya karena parasnya yang cantik, melainkan karena jiwa sosialnya. Sejak menikah dengan pewaris takhta Inggris, Princess of Wales itu kerap disibukkan dengan kunjungan kenegaraan dan aksi sosial. Dikutip dari laman BBC, Kamis (14/6/2018), semasa hidupnya Putri Diana kerap mendatangi sekolah, rumah sakit, dan juga melakukan kunjungan ke sejumlah negara di dunia. Meski berasal dari keluarga kerajaan dan lahir dari kalangan ningrat, Putri Diana terlihat alami dan melebur dengan orang kebanyakan, bahkan dengan mereka yang terpinggirkan. Pada tahun November 1989 silam, ibu dari Pangeran William dan Harry ini pernah melakukan kunjungan ke Indonesia. Namun, saat berada di Tanah Air melakukan tindakan yang 'terlarang'. Saat itu ia mengunjungi Rumah Sakit Sitanala di Banten, Indonesia. Putri Diana berkesempatan melihat pasien kusta -- hal yang ditakutkan orang banyak. Tak menghiraukan imbauan dari para pejabat dan awak media, Princess of Wales nekat duduk di tempat tidur penderita kusta dan berjabatan tangan dengan mereka. Diana bahkan tak ragu menyentuh perban yang membungkus luka para pasien. Tindakannya ini sontak menuai pujian. Sebab, Diana membantu menepis mitos dan kabar bohong yang terlanjur menyebar soal penyakit kusta. Banyak orang beranggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan. Oleh karena itu banyak pasien yang dijauhkan dan bahkan dikucilkan. Merasa tertegun melihat aksi tersebut, sebuah organisasi yang berfokus untuk mengobati pengidap kusta, The Leprosy Mission, meminta Diana untuk menjadi pelindung atau patron. Princess of Wales pun menerima tawaran tersebut dan menjadi patron untuk The Leprosy Mission sejak tahun 1990 hingga kematiannya pada 1997. Demikian seperti dikutip dari website organisasi tersebut, http://www.leprosymission.org.uk. Sebagai seorang patron, Diana mengunjungi sejumlah rumah sakit khusus kusta yang didirikan The Leprosy Mission di India, Nepal, dan Zimbabwe. Ia juga menjadi tuan rumah dan menghadiri sejumlah acara terkait di London dan Hong Kong. Untuk lebih fokus pada tugasnya, pada 1996 Putri Diana memangkas jabatannya sebagai patron dari 100 badan amal menjadi enam. The Leprosy Mission pun menjadi salah satu organisasi yang dipilihnya. Keterlibatan Putri Diana pada The Leprosy Mission mendobrak hambatan bagi penderita kusta sekaligus menginspirasi banyak orang. Saksikan video pilihan seputar Putri Diana berikut ini:Fotografer untuk Kerajaan Inggris ungkap kisah menarik di balik sang Princess of Wales yang berpose duduk seorang diri di bangku taman, di muka Taj Mahal India pada Februari 1992.Let's block ads! (Why?) Sumber :https://www.liputan6.com/global/read/3560235/ratu-elizabeth-murka-saat-tahu-putri-diana-lakukan-hal-ini-di-indonesia
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER