Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 21:14 WIB

Pensiun Sumber Stres Keuangan Warga AS

" Ekonomi AS membaik, tapi banyak warga AS masih mengkhawatirkan bagaimana mereka akan membiayai kehidupan setelah pensiun. Hampir separuh (46 persen) mengatakan “kondisi keuangan mereka tidak akan nyaman ketika pensiun,” menurut sebuah survey Gallup. Angka itu lebih baik dibandingkan ketika pertanyaan yang sama ditanya setelah Depresi Hebat tahun 2008. Survey juga mencatat warga lebih mengkhawatirkan biaya pensiun dibandingkan kekhawatiran punya uang atau tidak untuk membiayai keadaan darurat medis. Pensiun akan terus menjadi isu yang mendesak karena semakin banyak generasi baby boomers yang meninggalkan bursa kerja. Menurut situs statistik FiveThirtyEight, hampir 25 persen dari seluruh warga AS lahir antara tahun 1946 dan 1964, tahun yang biasanya digunakan untuk mendefinisikan generasi baby boomer. Jumlahnya ada lebih dari 75 juta. Tekanan lain adalah semakin tingginya harapan hidup. Menurut pemerintah AS, warga AS rata-rata akan hidup 20 tahun lebih lama setelah pensiun. Warga AS cenderung menabung untuk pensiun lewat beberapa metode, termasuk program pensiun yang didukung tempat kerja, tabungan dan investasi serta Social Security. Temuan Gallup itu sejalan dengan hasil survey Pusat Riset Pew tahun 2012 yang mendapati 38 persen orang dewasa AS mengatakan mereka “tidak terlalu” atau bahkan “tidak yakin sama sekali” mereka akan punya cukup uang untuk pensiun. Mereka yang sudah pensiun pada umumnya lebih optimistik, kata Gallup. Dikatakan, antara 2005 samai 2018, antara 72 sampai 79 persen pensiunan dilaporkan punya cukup uang untuk hidup dengan nyaman. Jajak pendapat tahun 2016 mengatakan 66 juta warga AS punya nol tabungan untuk keadaan darurat. Gallup melaporkan mereka yang kurang percaya diri mengenai pensiun, menghasilkan kurang dari $30.000 setahun. Lebih dari separuh dari mereka yang berpenghasilan $30.000 atau kurang mengatakan mereka tidak akan punya cukup uang untuk pensiun dengan nyaman. Sebagian besar dari mereka yang menghasilkan lebih dari $75.000 per tahun merasa positif mengenai pensiun, sementara 80 persen dari mereka yang berpenghasilan antara $30.000 dan $75.000 merasa percaya diri dengan tabungan pensiun mereka. [vm/al] Let's block ads! (Why?) "

Jumat, 11 Mei 2018 /
Pensiun Sumber Stres Keuangan Warga AS
Ekonomi AS membaik, tapi banyak warga AS masih mengkhawatirkan bagaimana mereka akan membiayai kehidupan setelah pensiun. Hampir separuh (46 persen) mengatakan “kondisi keuangan mereka tidak akan nyaman ketika pensiun,” menurut sebuah survey Gallup. Angka itu lebih baik dibandingkan ketika pertanyaan yang sama ditanya setelah Depresi Hebat tahun 2008. Survey juga mencatat warga lebih mengkhawatirkan biaya pensiun dibandingkan kekhawatiran punya uang atau tidak untuk membiayai keadaan darurat medis. Pensiun akan terus menjadi isu yang mendesak karena semakin banyak generasi baby boomers yang meninggalkan bursa kerja. Menurut situs statistik FiveThirtyEight, hampir 25 persen dari seluruh warga AS lahir antara tahun 1946 dan 1964, tahun yang biasanya digunakan untuk mendefinisikan generasi baby boomer. Jumlahnya ada lebih dari 75 juta. Tekanan lain adalah semakin tingginya harapan hidup. Menurut pemerintah AS, warga AS rata-rata akan hidup 20 tahun lebih lama setelah pensiun. Warga AS cenderung menabung untuk pensiun lewat beberapa metode, termasuk program pensiun yang didukung tempat kerja, tabungan dan investasi serta Social Security. Temuan Gallup itu sejalan dengan hasil survey Pusat Riset Pew tahun 2012 yang mendapati 38 persen orang dewasa AS mengatakan mereka “tidak terlalu” atau bahkan “tidak yakin sama sekali” mereka akan punya cukup uang untuk pensiun. Mereka yang sudah pensiun pada umumnya lebih optimistik, kata Gallup. Dikatakan, antara 2005 samai 2018, antara 72 sampai 79 persen pensiunan dilaporkan punya cukup uang untuk hidup dengan nyaman. Jajak pendapat tahun 2016 mengatakan 66 juta warga AS punya nol tabungan untuk keadaan darurat. Gallup melaporkan mereka yang kurang percaya diri mengenai pensiun, menghasilkan kurang dari $30.000 setahun. Lebih dari separuh dari mereka yang berpenghasilan $30.000 atau kurang mengatakan mereka tidak akan punya cukup uang untuk pensiun dengan nyaman. Sebagian besar dari mereka yang menghasilkan lebih dari $75.000 per tahun merasa positif mengenai pensiun, sementara 80 persen dari mereka yang berpenghasilan antara $30.000 dan $75.000 merasa percaya diri dengan tabungan pensiun mereka. [vm/al] Let's block ads! (Why?) Sumber :https://www.voaindonesia.com/a/pensiun-sumber-stress-keuangan-as/4389439.html
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER