Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 21:00 WIB

Kepala BIN Ajak BEM PTNU Tangkal Paham Radikalisme

" loading...JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Purn Budi Gunawan mengajak seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menjaga ideologi Pancasila dan menangkal penyebaran paham radikalisme. Hal itu disampaikan Budi Gunawan, dalam Munas VI BEM PTNU se-Nusantara di Kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah yang dihadiri 272 kampus yang tergabung dalam pengurus BEM PTNU, Sabtu (28/4/2018).  Dalam Munas bertema Meneguhkan Peran Serta Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme untuk Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRl) ini, Budi mengungkapkan pascaperang dingin, Indonsia kini berada di tengah-tengah pertarungan ideologi yang memengaruhi cara pandang sebuah bangsa, termasuk Indonesia. "Kontestasi ideologi-ideologi ini melahirkan perebutan pasar ideologi dan pencarian ideologi alternatif ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan orang untuk mencari nilai-nilai atau ideologi yang sesuai dengan keyakinannya," katanya.Penelitian dari negara Amerika Serikat, saat ini terjadi pertarungan ideologi antara liberalisme yang mempunyai prinsip pasar bebas dengan nasionalisme proteksionis yang mengedepankan prinsip “America First” untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Pertentangan ini bahkan telah membentuk polarisasi di masyarakat AS dan timbulkan kegamangan di kalangan generasi muda AS. "Sementara RRT dapat mempertahankan identitas bangsanya yang memiliki ideologi komunis dengan mengakomodasi praktik kapitalis untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya," ucapnya.Dia menegaskan, Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa Indonesia yang selama ini telah mempersatukan kebinekaan mendapatkan ujian berat berupa gempuran dari ideologi-ideologi luar.Apabila hal ini dibiarkan, sambung dia, rakyat Indonesia tidak lagi dapat mengasosiasikan dirinya sebagai bangsa besar dalam bingkai NKRI. Ancaman masuknya ideologi asing dapat menggoyahkan ketahanan ideologi nasional, dan berdampak terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara."Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat madani. Berbagai gerakan perbaikan bangsa ini umumnya juga dimotori oleh mahasiswa. Sejarah membuktikan gerakan mahasiswa menjadi motor perubahan pada bangsa Indonesia ini, seperti Tritura pada 1966 serta gerakan Reformasi 1998," katanya.Menurut dia, untuk menangkal paham radikalisme tumbuh dan berkembang di Indonesia diperlukan strategi nasional untuk memantapkan Pancasila sebagai way of life bangsa. Fokus utama dalam strategi nasional pembinaan ideologi Pancasila, kata dia, diarahkan pada upaya secara optimal dan komprehensif dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada seluruh masyarakat, serta upaya defensif untuk memproteksi ideologi Pancasila dari serbuan ideologi asing dan pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Dia menegaskan perlu kerja sama seluruh elemen bangsa dalam mendukung strategi nasional penguatan ideologi Pancasila sangat diperlukan, terutama di seluruh perguruan tinggi. Let's block ads! (Why?) "

Sabtu, 28 April 2018 /
Kepala BIN Ajak BEM PTNU Tangkal Paham Radikalisme
loading...JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Purn Budi Gunawan mengajak seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menjaga ideologi Pancasila dan menangkal penyebaran paham radikalisme. Hal itu disampaikan Budi Gunawan, dalam Munas VI BEM PTNU se-Nusantara di Kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah yang dihadiri 272 kampus yang tergabung dalam pengurus BEM PTNU, Sabtu (28/4/2018).  Dalam Munas bertema Meneguhkan Peran Serta Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme untuk Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRl) ini, Budi mengungkapkan pascaperang dingin, Indonsia kini berada di tengah-tengah pertarungan ideologi yang memengaruhi cara pandang sebuah bangsa, termasuk Indonesia. "Kontestasi ideologi-ideologi ini melahirkan perebutan pasar ideologi dan pencarian ideologi alternatif ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan orang untuk mencari nilai-nilai atau ideologi yang sesuai dengan keyakinannya," katanya.Penelitian dari negara Amerika Serikat, saat ini terjadi pertarungan ideologi antara liberalisme yang mempunyai prinsip pasar bebas dengan nasionalisme proteksionis yang mengedepankan prinsip “America First” untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Pertentangan ini bahkan telah membentuk polarisasi di masyarakat AS dan timbulkan kegamangan di kalangan generasi muda AS. "Sementara RRT dapat mempertahankan identitas bangsanya yang memiliki ideologi komunis dengan mengakomodasi praktik kapitalis untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya," ucapnya.Dia menegaskan, Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa Indonesia yang selama ini telah mempersatukan kebinekaan mendapatkan ujian berat berupa gempuran dari ideologi-ideologi luar.Apabila hal ini dibiarkan, sambung dia, rakyat Indonesia tidak lagi dapat mengasosiasikan dirinya sebagai bangsa besar dalam bingkai NKRI. Ancaman masuknya ideologi asing dapat menggoyahkan ketahanan ideologi nasional, dan berdampak terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara."Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat madani. Berbagai gerakan perbaikan bangsa ini umumnya juga dimotori oleh mahasiswa. Sejarah membuktikan gerakan mahasiswa menjadi motor perubahan pada bangsa Indonesia ini, seperti Tritura pada 1966 serta gerakan Reformasi 1998," katanya.Menurut dia, untuk menangkal paham radikalisme tumbuh dan berkembang di Indonesia diperlukan strategi nasional untuk memantapkan Pancasila sebagai way of life bangsa. Fokus utama dalam strategi nasional pembinaan ideologi Pancasila, kata dia, diarahkan pada upaya secara optimal dan komprehensif dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada seluruh masyarakat, serta upaya defensif untuk memproteksi ideologi Pancasila dari serbuan ideologi asing dan pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Dia menegaskan perlu kerja sama seluruh elemen bangsa dalam mendukung strategi nasional penguatan ideologi Pancasila sangat diperlukan, terutama di seluruh perguruan tinggi. Let's block ads! (Why?) Sumber :https://nasional.sindonews.com/read/1301577/15/kepala-bin-ajak-bem-ptnu-tangkal-paham-radikalisme-1524908590
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER