Iklan Investor Pialang
Jumat, 27 April 2018 | 02:40 WIB

Perlindungan Bangunan Cagar Budaya Masih Lemah

" Jumat, 06 April 2018 14:29 WIBjpnn.com, JAKARTA - Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menilai upaya pemeliharaan dan perlindungan bangunan cagar budaya masih rendah. Kebakaran Museum Bahari Jakarta pada Januari lalu, menjadi bukti lemahnya mengantisipasi kebakaran di bangunan cagar budaya. "Berbagai bencana kebakaran di bangunan-bangunan cagar budaya dan rumah adat yang terjadi sangat memprihatinkan," kata Ketua IAAI Wiwin Djuwita Ramelan dalam seminar 'Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat' di Museum Nasional, Jakarta. Pada awal tahun ini, selain Museum Bahari, kebakaran juga melahap Kawasan Pecinan di Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Wiwin mengharapkan, ke depannya semua elemen harus menjaga bangunan cagar budaya. Sebab, bangunan cagar budaya serta isinya merupakan warisan dunia kepada penerus bangsa."Bersama-sama, kita harus paham bagaimana merawat bangunan cagar budaya berdasarkan etika," imbuh Wiwin. Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid menilai kesadaraan masyarakat akan potensi kebakaran masih rendah. Karena itu diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran. Berita TerkaitBerita LainnyaSponsored Contentloading... .SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: georgia!important; } loading... .SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: georgia!important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } Video PilihanLet's block ads! (Why?) "

Jumat, 06 April 2018 /
Perlindungan Bangunan Cagar Budaya Masih Lemah
Jumat, 06 April 2018 14:29 WIBjpnn.com, JAKARTA - Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menilai upaya pemeliharaan dan perlindungan bangunan cagar budaya masih rendah. Kebakaran Museum Bahari Jakarta pada Januari lalu, menjadi bukti lemahnya mengantisipasi kebakaran di bangunan cagar budaya. "Berbagai bencana kebakaran di bangunan-bangunan cagar budaya dan rumah adat yang terjadi sangat memprihatinkan," kata Ketua IAAI Wiwin Djuwita Ramelan dalam seminar 'Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat' di Museum Nasional, Jakarta. Pada awal tahun ini, selain Museum Bahari, kebakaran juga melahap Kawasan Pecinan di Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Wiwin mengharapkan, ke depannya semua elemen harus menjaga bangunan cagar budaya. Sebab, bangunan cagar budaya serta isinya merupakan warisan dunia kepada penerus bangsa."Bersama-sama, kita harus paham bagaimana merawat bangunan cagar budaya berdasarkan etika," imbuh Wiwin. Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid menilai kesadaraan masyarakat akan potensi kebakaran masih rendah. Karena itu diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran. Berita TerkaitBerita LainnyaSponsored Contentloading... .SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: georgia!important; } loading... .SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: georgia!important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0px!important; } Video PilihanLet's block ads! (Why?) Sumber :https://www.jpnn.com/news/perlindungan-bangunan-cagar-budaya-masih-lemah
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER