Iklan Investor Pialang
Rabu, 20 Juni 2018 | 19:00 WIB

FPIPS IKIP PGRI Cetak Pemandu Wisata Profesional

Kamis, 01 Agustus 2013 / karya / antara

OTDANEWS.COM, Denpasar - Fakulltas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Bali membuka jurusan Pendidikan Sejarah dan Ekonomi tidak sekedar mencetak guru sejarah, namun juga profesi lainnya seperti pemandu wisata, politikus, guru sosiologi serta atropologi.

Banyak pilihan bagi lulusan FPIPS dalam mengabdikan ilmunnya yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi swasta ini kepada masyarakat, kata Dekan FPIPS IKIP PGRI Bali, Drs Dewa Made Alit MPd di Denpasar, Kamis.

Untuk lebih memberikan daya tarik bagi generasi muda dalam memperdalam nilai-nilai sejarah, FPIPS menyediakan laboratorium yang tidak saja menyediakan sejarah dalam bentuk tulisan juga berupa film dengan harapan mahasiswa lebih mengenal tetang peristiwa sejarah.

Para lulusan jurusan sejarah yang bisa memilih profesi sesuai potensi yang ada di Bali tujuan destinasi pariwisata menarik, maka perlu menciptakan wisata sejarah yang bisa menarik para generasi muda sehinga mereka tidak lupa akan sejarahnya.

Tidak itu saja, FPIPS juga menyediakan penulisan sejarah yang bisa dipraktekkan dalam seni drama, modern maupun pada seni arja (tari dan vokal), sehingga menjadi daya tarik tersendiri karena bisa menjadi sarana untuk memberikan informasi sejarah kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, Bali yang memiliki potensi di sektor pariwisata, maka para mahasiswa yang berminat menjadi pemandu wisata selain bisa memmperdalam perkembangan sejarah tempo dulu hingga sekarang jjuga dimantapkan dalam berbahasa asing yang diperlukan pasar.

Untuk mencetak lulusannya, IKIP PGRI Bali melakukan kerja sama dengan Museum yang ada di Bali bahkan ke luar daerah sehingga akan menambah wawasan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

Anak-anak muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak kuliah di sini, bahkan mereka sebelum lulus sudah mengantongi surat pengangkatan dari pemerintah daerah setempat, karena tenaganya diperlukan, kata Dewa Made Alit meyakinkan.

Rektor IKIP PGRI Bali Dr I Made Suarta, SH,MHum menambahkan, perguruan tingggi yang dibinanya memliki tugas pokok uuntuk mencetak guru dari berbagai bidang ilmu berupaya keras untuk meningkatkan kualitas dengan harapan guru yang dihasilkan sesuai harapan bersama.

Perguruan tinggi swasta ini tahun 2013 mendapatkan dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp2 miliar dan dana itu sepenuhnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melengkapi laboratorium dan sarana lainnya yang sangat diperlukan mahasiswanya.

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, Drs I Gusti Bagus Arthanegara SH MPd mendukung kiprah Prodi sejarah untuk generasi muda sehingga mereka (anak-anak Muda-red) harus bisa maju melalui penggenalan sejarah.

Untuk mendukung program itu, yayasan juga memberikan dana meningkatkan pendidikan para dosen ke jenjang lebih tinggi yakni ke S-2 dan S-3, sedangkan bagi mahasiswa kurang mampu dibidang ekonomi juga diberikan bebas SPP dan pembayaaran uang gedung.

Dibaca : 1168 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER