Iklan Investor Pialang
Minggu, 24 Juni 2018 | 23:38 WIB

Pemkot Banjarbaru Dukung Sensus Pertanian 2013

Rabu, 01 Mei 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Banjarbaru - Pemerintah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung Sensus Pertanian 2013 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik setempat sejak 1-31 Mei 2013.

"Pemkot mendukung sensus pertanian karena merupakan program nasional sehingga harus mendapat dukungan seluruh pihak untuk menyukseskannya," kata Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor di Banjarbaru, Rabu.

Pihaknya sudah menyampaikan surat edaran kepada camat se-Kota Banjarbaru berisi arahan agar mereka mendukung Sensus Pertanian 2013 yang dilaksanakan BPS Banjarbaru selama satu bulan itu.

Ia menjelaskan camat dan jajaran di bawahnya diminta mendukung BPS terutama dalam menyosialisasikan kegiatan yang merupakan program nasional dan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia itu.

"Tujuan sosialisasi agar masyarakat mengerti, bersedia didata, dan memberikan jawaban yang benar sehingga sensus pertanian berjalan aman, tertib, lancar, dan tepat waktu serta menghasilkan data yang akurat," katanya.

Kepala BPS Kota Banjarbaru Nurul Sabah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas sensus atau petugas cacah lapangan yang akan mendata seluruh usaha pertanian di kota itu.

"Kami sudah melatih petugas cacah lapangan sebanyak 92 orang yang terbagi dalam 23 tim dimana satu tim terdiri dari empat orang dan satu di antaranya ditunjuk sebagai koordiantor tim," katanya.

Ia mengatakan petugas sensus atau petugas cacah lapangan yang sudah menjalani pelatihan itu berasal dari berbagai unsur mulai dari koordinator statistik kecamatan, pegawai BPS yang bertugas di kecamatan.

Selain itu, anggota masyarakat yang aktif di kantor kecamatan, kader pemuda, anggota PKK, anggota Karang Taruna, petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian, dan penyuluh keluarga berencana (KB).

"Tugas mereka melakukan pendataan seluruh usaha pertanian baik pada rumah tangga, perusahaan, pesantren, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan kelompok bersama," katanya.

Ia menjelaskan metode yang dijalankan petugas sensus ada dua, yakni "door to door" yakni kunjungan dari rumah ke rumah untuk seluruh rumah tangga di blok sensus konsentrasi pertanian.

Metode kedua adalah "snowball", yakni pendataan terhadap usaha pertanian berdasarkan informasi berbagai nara sumber terutama ketua atau pengurus RT atau nara sumber lain, seperti ketua kelompok tani dan PPL.

"Petugas akan mencacah sesuai blok sensus yang jumlahnya sebanyak 452 dimana pendataan 99 blok sensus menggunakan metode 'door to door' dan 353 blok sensus didata dengan metode 'snowball'," katanya.

Dibaca : 227 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER