Iklan Investor Pialang
Minggu, 25 Februari 2018 | 20:33 WIB

Pemkot Tanjungpinang Data Ulang Warga Miskin

Senin, 01 April 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan mendata ulang jumlah warga miskin di daerah setempat, karena data yang ada saat ini dinilai tidak cocok lagi dengan kondisi di lapangan.

"Perbedaannya sangat jauh dari jumlah kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dikeluarkan pemerintah pusat serta kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dikeluarkan daerah untuk warga miskin," kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Tanjungpinang, Minggu.

Lis mengatakan data warga miskin Tanjungpinang saat ini berjumlah sebanyak 9.925 orang, sementara warga miskin pemegang kartu Jamkesmas sebanyak 35 ribu orang dan Jamkesda sebanyak 15 ribu orang lebih.

"Ada sebanyak 50 ribu orang lebih warga yang menerima kartu jaminan kesehatan bagi warga miskin tersebut, berarti ada yang salah atau ada data yang hilang dalam pendataan warga miskin tersebut," kata Lis.

Wali Kota juga meminta kepada perangkat pemerintahan paling bawah seperti RT dan RW serta kelurahan untuk mendata ulang jumlah warga miskin tersebut guna pemutakhiran datanya.

Data warga miskin tersebut menurut Wali Kota sangat penting karena menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk prioritas pembangunan guna peningkatan kesejahteraan rakyat.

Salah satu program peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin yang pada amumnya tinggal di daerah pesisir tersebut, Pemkot Tanjungpinang terus melakukan upaya penyuluhan dan pembangunan atau rehabilitasi rumah tidak layak huni yang ditempati warga miskin tersebut.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Tanjungpinang, Dimyat mengatakan pada 2013 terdapat sebanyak 300 unit rumah warga miskin yang direhabilitasi di 18 kelurahan.

"Sebanyak 200 unit direhabilitasi dari APBD Provinsi Kepri dan 100 unit rumah dari APBD Tanjungpinang," kata Dimyat.

Menurut dia, program pengentasan kemiskinan tersebut bukan hanya sebatas rehabilitasi rumah, tapi juga program lainnya seperti penyuluhan kesehatan dan pembangunan fasilitas umum.

Dibaca : 641 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER