Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 21:14 WIB

100 Unit Rumah "MBR" Di Kupang Rampung

Rabu, 13 Februari 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Kupang - Pembangunan unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bentuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat RI di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, berjumlah 100 unit rampung.

"Sebanyak 100 unit rumah yang sudah rampung tersebut, berlokasi di wilayah Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang," kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Kupang, Efrain Pongsiluran, di Kupang, Rabu.

Dia mengatakan, pelaksanaan perampungan 100 unit rumah tersebut, dilakukan masing-masing oleh CV Citra dan PT Rahmad Hidayat, yang masing-masingnya mengerjakan 50 unit rumah.

Menurut dia, penyelesaian pelaksanaan 100 unit rumah MBR di wilayah itu, sudah harus berakhir pada akhir 2012 silam. Namun karena sejumlah kendala, termasuk persoalan pembebasan lahan, maka sedikit memperhambat pelaksanaan teknis di lapangan.

Selain soal pembebasan lahan, masalah perubahan struktur dan teknis konstruksi unit rumah tersebut, juga telah mempengaruhi keterlambatan penyelesaiannya.

Dia mengatakan, pelaksanaan unit rumah MBR, mengalamai perubahan konstruksi, dimana kerangka atap menggunakan sistem baja ringan dengan didnding rumah menggunakan sistem cor.

"Perubahan konstruksi inilah yang sedikit menghambat pelaksanaan para pekerja di lapangan," katanya.

Dia menjelaskan, untuk perode 2012, Pemerintah Kota Kupang diberikan alokasi 500 unit rumah yang diperuntukan bagi warga berpenghasilan rendah di daerah ini.

Namun dalam pelaksanaannya, terjadi penundaan pelaksanaan pekerjaan untuk 400 unit, dan hanya dikerjakan 100 unit saja.

"Untuk itulah, di tahun 2013 ini, sisa pelaksanaan 400 unit rumah 2012 sedang dilakukan penyelesaian," katanya.

Dia mengatakan, pelaksanaan proyek tersebut, dilakukan dengan alokasi anggaran sekitar Rp7,5 miliar, dengan alokasi untuk setiap satu unit rumah seharga Rp78 juta.

Menteri Perumahan Rakyat RI Djan Faridz sebelumnya mengatakan, alokasi kuota bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk tahun 2013 akan dinaikan menjadi 500 ribu unit, dari sebelumnya pada tahun 2012 berjumlah 250 ribu unit, yang disalurkan ke seluruh wilayah negara kepulauan tersebut.

Dikatakannya, rumah bantuan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah tersebut, merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni, untuk selanjutnya bisa mengangkat derajat penghidupan masyarakat.

Karenanya, Menpera berharap ada dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk menyediakan tanah dan menetapkan lokasi pembangunan rumah murah dengan mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan perkembangan kabupaten ataupun kota pada 15-20 tahun ke depan. (ANTARA)

Dibaca : 1428 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER