Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 01:47 WIB

Dharmasraya Gelar Musrenbang Bidang Pertanian

Jumat, 01 Februari 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Pulau Punjung, Sumbar - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan bidang pertanian untuk mendorong ketahanan pangan di daerah tersebut.

Bupati Dahrmasraya Adi Gunawan di Pulau Punjung, Rabu (31/1) mengatakan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk mewujudkan ketahanan pangan, kahususnya produksi beras.

"Memang kita berkonsentrasi pada produksi beras, namun tidak melupakan sektor pertanian lainnya seperti kakau, palawija dan jagung," katanya.

Bupati menyebutkan, saat ini Dharmasraya surplus produksi beras sebesar 27 persen, namun ini belum maksimal dan masih harus ditingkatkan dengan cara membenahi sisi kelemahan yang masih ada.

"Problemnya saat ini masih ada lahan yang diterlantarkan atau alih fungsi lahan dari persawahan menjadi kebun dan pemukiman," ujarnya.

Menurut dia, alih funsi lahan sawah menjadi perkebunan akan dapat memicu kelangkaan pangan, serta menyebabkan jatuhnya perekonoman masyarakat.

Problem alih fungsi lahan kata dia tanggung jawab bersama pemerintah kabupaten sampai ke nagari (desa adat).

"Kami berharap kepada walivnagari agar berperperan aktif mengatasi masalah alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan atau pemukiman, dan apa bila diperlukan silakan disusun peraturan nagari (Perna)," kata bupati.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat Ir Besli mengatakan pihaknya memberi apresiasi yang tinggi atas prestasi Kabupaten Dharmasraya yang berhasil surplus beras sebesar 27persen.

Menurut Besri, Sumbar merupakan 12 provinsi di Indonesi yang diberikan tanggung jawab menjaga ketahanan pangan.

"Hal itu terbukti dari banyaknya dana yang dikucurkan pemerinta pusat ke Sumbar, salah satunya adalah mega proyek irigasi Sungai Batanghari di Dharmasraya," katanya.

Dia menambahkan, Dharmasraya mengalami peningkatan produksi beras yang cukup fantastis, dan tentu ini akan berdampak baik bagi ekonomi di Sumbar.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Dharmasraya Abdal Jaya Putra Tamsil, memgatakan, surplus beras di daerah itu dicapai dengan penanaman padi pada lahan sawah seluas 7.200 hektare dari 9.200 hektare keseluruhan yang ada.

"Memang kita mengalami surplus, namun kita tahu sekitar seluas 2.000 hektare sawah belum digarap dan ditanami oleh petani," ujarnya.

Dia menambahkan, tidak digarapnya sekitar 2.000 hektare lahan sawah sangat disesalkan, karena dalam satu hektare sawah dapat menghasilkan gabah sekitar 443 kilogram lebih. (ANTARA)

Dibaca : 305 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER