Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 20:57 WIB

Polres Ngawi Amankan 490 Liter Solar Bersubsidi

Selasa, 02 Oktober 2012 / lintas daerah / antara

Petugas Polsek Geneng Kepolisian Resor (Polres) Ngawi, Jawa Timur, berhasil mengamankan sebanyak 490 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang disalahgunakan untuk dijual kembali dan mendapatkan keuntungan.

Kapolsek Geneng AKP Partono, Senin mengatakan, ratusan liter solar tersebut disita dari empat tersangka yang memiliki peran masing-masing.

"Keempatnya kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Geneng. Aksi pencurian dan penadahan solar ini diduga sudah berkali-kali dilakukan tersangka," ujar AKP Partono kepada wartawan.

Keempat tersangka antara lain, Muhammad Fadol (30) warga Jalan Kesatrian, Kota Madiun yang bertugas sebagai sopir truk tangki BBM; Ari Siswanto (28) warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi yang bertugas sebagai kernet truk tangki BBM; Turnazan (27) warga Desa Keniten, Kecamatan Geneng sebagai penadah; dan Bonari (35) warga Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi adalah petugas SPBU yang membantu aksi kelancaran pencurian BBM itu.

Menurut Partono, aksi pencurian berawal saat tersangka Muhammad Fadol dan Ari Siswanto mengambil sebanyak 24.000 liter solar dari Depo Pertamina Boyolali, Jawa Tengah dengan menggunakan truk tangki bernomor polisi AG-9338-UV, kemarin. Rencananya, solar ini akan dikirim ke salah satu SPBU di wilayah Kabupaten Magetan.

Dalam perjalanan kedua tersangka ini, berhenti di sebuah SPBU Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Ngawi. Saat berhenti, sopir dan kenek bekerja sama dengan petugas SPBU untuk menyedot solar yang diangkut.

Hasilnya, para tersangka ini mencuri BBM dan menyimpannya dalam 15 jerigen solar yang totalnya mencapai 490 liter. Kemudian, setiap jerigen solar berisi 30 literan itu dijual seharga Rp100.000 ke penadah dengan total keuntungan senilai Rp1,5 juta. Untuk menghindari petugas, solar hasil curian langsung diangkut menggunakan mobil L 300 bernomor polisi AE-1087-JD.

"Mereka tidak tahu jika aksinya menyedot solar sudah dicurigai oleh polisi. Tersangka akhirnya ditangkap saat hendak mengangkut BBM hasil curian itu ke salah satu tempat di rumah penadah," kata AKP Partono.

Atas perbuatannya, tersangka sopir, kernet, dan petugas SPBU akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun. Sedangkan, tersangka penadah BBM solar dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang Penadah Barang Hasil Curian dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun.

Salah seorang tersangka, Muhammad Fadol mengaku mencuri karena selama ini gajinya sebagai sopir pengangkut BBM tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Dirinya terpaksa bersekongkol dengan kernetnya untuk melaksanakan aksi pencurian itu.

"Kami terpaksa melakukannya untuk menambah penghasilan. Hasil sebanyak Rp1,5 juta tersebut dibagi dua," ujar Muhammad Fadol kepada polisi.

Dibaca : 570 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER