Iklan Investor Pialang
Kamis, 21 Juni 2018 | 21:10 WIB

DKP Bantul Siapkan 200.000 Benih Ikan

Rabu, 23 Januari 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Bantul - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun ini menyiapkan sekitar 200.000 benih ikan untuk ditebar di perairan umum daerah itu.

"Ratusan ribu benih ikan mulai dari nila, tawes, dan lele disiapkan dalam rangka pemulihan populasi ikan di perairan umum, seperti sungai dan genangan air," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Imam Subadiarsa, di Bantul, Rabu.

Menurut dia, populasi ikan di perairan umum, terutama sungai, yang mengalir di daerah Bantul sempat terganggu akibat dampak erupsi Gunung Merapi 2010 karena material vulkanik menyumbat tempat hidup ikan yang masih belum pulih sampai sekarang.

"Kami terus berupaya melakukan pemulihan populasi ikan tiap tahun. Pada tahun ini, penganggaran benih ikan lebih besar daripada alokasi dana pada tahun anggaran 2012," katanya.

Ratusan ribu benih ikan itu, kata dia, akan ditebar di sekitar sepuluh titik sungai maupun genangan yang berpotensi menjadi tempat pengembangbiakan ikan agar dijaga kelestarian oleh kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) setempat.

Akan tetapi, kata dia, jumlah benih ikan dan titik yang akan di-"restocking" itu kemungkinan bisa bertambah karena dari pemerintah provinsi juga menyiapkan benih sesuai dengan permintaan masyarakat yang mengajukan.

"Jadi, pemilihan titik-titik untuk ditebari benih ikan juga berdasarkan pengajuan proposal dari pokmaswas karena nanti mereka yang bertanggung jawab menjaga dengan tidak menangkap ikan dengan setrum atau racun," katanya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Bantul, Susilartati, mengatakan bahwa indikasi keberhasilan "restocking" (penaburan kembali) benih ikan di perairan umum dilihat dari banyaknya ikan yang ditangkap dengan cara memancing.

"Untuk menghitung populasi ikan di sungai jelas tidak mungkin. Jadi, indikator keberhasilan itu ketika ada masyarakat memancing dan mendapat ikan, dan tangkapannya terus meningkat," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia warga bersama dengan pokmaswas di aliran sungai untuk berupaya meminimalkan maraknya penyetruman ikan oleh orang tidak bertanggung jawab yang dapat menghambat perkembangbiakan populasi ikan sungai.

"Pokmaswas bertugas mengingatkan agar masyarakat ikut menjaga kelestarian ikan. Penangkapan ikan dibolehkan justru dengan cara memancing, bahkan ketika ada event panen ikan bersama, maka akan dianggarkan lagi 'restocking'," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 252 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER