Iklan Investor Pialang
Senin, 26 Februari 2018 | 00:25 WIB

Penggiat Kebudayaan Mandailing akan Selenggarakan Kongres

Jumat, 04 Januari 2013 / lintas daerah / otdanews

OTDANEWS.COM, Jakarta - Sejumlah penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat  yang berasal dari Sumatera Utara menggelar pertemuan membahas seputar kebudayaan Mandailing dan rencana penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Mandaling  (2/1) di Jakarta.

“Kondisi kebudayaan kita hari ini sangat kritis, sebab proses globalisasi dan perkembangan berbagai aspek  akan menggerus dan mengancam keberadaan kebudayaan kita di Nusantara, dalam hal ini Mandailing” ujar M. Syurbainy Nasution, Ketua Pengurus Harian Saroha Foundation yang akrab disapa Benas.

Selanjutnya, Benas yang juga pengurus DPP Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas)  mengemukakan, bahwa kebudayaan Mandailing sebagai salah satu penyangga kebudayaan NKRI harus bisa tegak berdiri sama sejajar dengan kebudayaan lain serta mampu bertahan di tengah derasnya arus globalisasi.  Sebab banyak kearifan lokal yang sangat bernilai dan dapa menjadi pegangan dari generasi ke genersai  pegang memperkuat kekuatan dan karakter bangsa kita.

Banyak Yang Hilang

Sementara itu, Arif Batubara, penggiat sastra Nusantara mengemukakan bahwa memang banyak yang hilang dari kebudayaan Mandailing itu sendiri. “Kebudayaan tidak hanya mencakup kesenian. Di sana terdapat sistem sosial, adat istiadat, teknologi dan informasi, bahasa dan sistem ekonomi. Mandailing punya sistem ekonomi salah satunya yangdiesbut marsialap ari  (gotong royong). Hari ini tradisi tersebut sudah mengalami erosi yang parah”, ucap Arif Batubara.

Amir Hamdani Nasution dari unsur mahasiswa mengemukakan bahwa perlu ada upaya revitalisasi kebudayaan Mandailing. “Pemikiran revitalisasi kebudayaan Mandailing muncul pertama kali dalam tulisan (alm) Z. Pangaduan Lubis yang menggaris bawahi bahwa kebudayaan Mandailing harus dihidupkan kembali. Dimana dari generasi ke generasi tidak banyak yang sungguh-sungguh memperdulikan kebudayaan mereka sendiri dan kondisinya semakin hari semakin miris”,katanya.

Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal (HM Madina), Himpunan Mahasiswa Padang Lawas (Himapalas), Ikatan Alumni Darul Mursyid (IKDM), Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) serta sejumlah pemuda dan unsur masyarakat Mandailing yang ada di Jabodetabek menghasilkan pembentukan Panitia Kongres Kebudayaan Mandailing untuk memperjelas identitas dan memperkuat kebudayaan Mandailing. Kongres Kebudayaan Mandailing akan merenungkan, membahas,serta mengambil keputusan tentang berbagai masalah mendasar yang dihadapi kebudayaan Mandailing.

Dibaca : 653 kali
SIGNUP FOR NEWSLETTER