Iklan Investor Pialang
Senin, 21 Mei 2018 | 00:45 WIB

Gunung Dieng Yang Tengah "Siaga"

Kamis, 04 April 2013 / profil daerah / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Gunung Dieng, yang terletak diantara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada saat ini memasuki masa "sibuk".

Tercatat sejak akhir Maret 2013 aktivitas gunung api raksasa tersebut meningkat sehingga ditingkatkan statusnya dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat pada tanggal 2 April 2013 cuaca di Gunung Dieng mendung kemudian hujan deras dan bau belerang tercium lemah.

Pada tanggal 3 April 2013 cuaca pagi cerah dan kemudian mendung lalu bau belerang tercium tajam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan pengamatan visual Kawah Timbang dari Posko Simbar pada tanggal 2 April 2013 siang diketahui bahwa cuaca mendung dan hujan lalu hembusan angin tenang dan asap putih tebal mencapai ketinggian 40 hingga 100 meter dari permukaan tanah.

"Bau belerang tercium lemah pada jarak 1.000 meter dari Kawah Timbang arah Barat dan 1.500 meter arah Selatan," katanya.

Lalu pada sore hari, cuaca mendung hingga gerimis dan hembusan angin tenang dari Barat dan asap putih tipis sampai tebal dengan tekanan lemah yang mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas permukaan tanah.

Bau gas belerang tercium lemah sampai jarak 1.000 meter dari Kawah Timbang arah Barat dan 1.500 meter arah Selatan.

Pada tanggal 3 April 2013 pada pagi hari cuaca dari mendung hingga cerah dan hembusan angin tenang.

Sementara asap putih dari tipis sampai tebal dengan tekanan lemah yang mencapai ketinggian sekitar 70 sampai 100 meter di atas permukaan tanah.

"Bau gas belerang tercium tajam sampai jarak 1.000 meter dari Kawah Timbang arah Barat dan 1.500 m arah selatan dari Kawah Timbang," katanya.

Laporan kegempaan PVMBG dan BNPB mencatat adanya gempa vulkanik yang bersifat dangkal dan dalam di Gunung Dieng.

Pada tanggal 2 April 2013 pukul 12.00 hingga 18.00 WIB terjadi gempa vulkanik dangkal (VB) dengan amplitudo 2,5 hingga 9 milimeter dan lama gempa antara 3 hingga 9 detik sebanyak tujuh kali.

Selain itu, gempa vulkanik dalam dengan amplitudo maksimal 19 milimeter dan lama gempa tujuh detik.

Kemudian, dua kali kejadian gempa tremor dengan amplitudo maksimum lima hingga enam milimeter dan lama gempa 53 hingga 1.800 detik.

Terjadi juga satu kali gempa hembusan dengan amplitudo maksimum tiga milimeter dan lama gempa 31 detik.

Sementara itu, pada tanggal 3 April 2013 pada pukul 24.00 hingga 06.00 WIB terekam enam kali kejadian gempa vulkanik dangkal amplitudo maksimum 5 hingga 80 milimeter dan lama gempa empat hingga 12,5 detik. Lalu tujuh kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo maksimum lima hingga 15 milimeter, dan lama gempa 4,5 hingga enam detik.

Catatan PVMBG Pada kondisi normal gunung Dieng terekam tidak lebih dari 10 kali gempa vulkanik dalam dan kurang dari lima kali gempa vulkanik dangkal.

Catatan lainnya adalah, Kawah Sileri mengalami perubahan warna air danau menjadi coklat teramati sejak 24 Maret 2013.

Kawah Sinila, Kawah Siglagah, Kawah Candradimuka dan Kawah Sikidang tidak terjadi perubahan secara visual.

Sutopo juga menambahkan, PVMBG memperluas areal steril bagi aktivitas masyarakat. Dalam status Siaga, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari Kawah Timbang Meski demikian, hingga saat ini belum ada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Dieng yang mengungsi.

"Belum ada pengungsian, namun jika peningkatan aktivitas terus terjadi, masyarakat akan diminta mengungsi dan instansi terkait telah mempersiapkan lokasi pengungsian," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dari kawah Timbang dan lembah-lembah yang berpusat pada kawah tersebut.

"Masyarakat Desa Sumberejo dan Kaliputih atau desa lainnya pada malam hari atau mendung atau pada saat tekanan udara rendah mencium bau gas belerang yang menyengat, untuk itu masyarakat diminta agar menjauh dengan radius 2.000 meter," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat sekitar kawah dapat mengungsi di tempat aman dan tidak melakukan penggalian tanah lebih dari satu meter di sekitar kawah.

Selain itu, pemerintah, tambah dia, juga meminta masyarakat harap tenang, tidak terpancing isu-isu dan selalu mengikuti arahan yang diberikan petugas di lapangan.

Dibaca : 866 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER