Iklan Investor Pialang
Senin, 21 Mei 2018 | 00:32 WIB

Minuman Ringan Berkaitan Dengan Masalah Prilaku Anak Kecil

Sabtu, 17 Agustus 2013 / mancanegara / antara

OTDANEWS.COM, Washington - Beberapa peneliti AS, Jumat (16/8), mengatakan anak yang berusia lima tahun dan mengkonsumsi minuman ringan setiap hari lebih mungkin untuk memiliki masalah prilaku seperti agresi, sulit memperhatikan dan pengucilan diri dalam masyarakat.

Beberapa studi sebelumnya telah mendapati konsumsi minuman ringan, atau soft drink, berkaitan dengan agresi, depresi dan pikiran untuk bunuh diri pada remaja, tapi hubungannya belum dinilai pada anak kecil.

Di dalam studi baru tersebut, para peneliti dari Columbia University, University of Vermont, dan Harvard School of Public Helath menilai 3.000 anak yang berusia lima tahun dan didaftarkan dari 20 kota besar AS.

Para ibu melaporkan konsumsi minuman ringan anak mereka dan menyelesaikan daftar periksa prilaku anak berdasarkan tingkah laku anak mereka selama dua bulan sebelumnya.

Para peneliti melaporkan di Journal of Pediatrics bahwa 43 persen anak mengkonsumsi setidaknya satu porsi soft drink per hari, dan empat persen mengkonsumsi empat porsi atau lebih.

Anak yang minum empat porsi atau lebih minuman ringan per hari memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk merusakkan barang milik anak lain, berkelahi, dan menyerang orang secara fisik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang. Anak-anak tersebut juga memiliki masalah perhatian yang lebih besar dan prilaku menarik diri dibandingkan dengan anak yang tidak mengkonsumsi minuman ringan.

"Kami mendapati angka prilaku agresif anak meningkat bersamaan dengan setiap peningkatan porsi minuman ringan per hari," kata Shakira Suglia, Asisten Profesor Epidemiology di Mailman School of Public Health di Columbia University dalajm satu pernyataan.

"Meskipun studi ini tak bisa mengidentifikasi sifat pasti hubungan antara konsumsi soft drink dan masalah prilaku, pembatasan atau penghapusan konsumsi minuman ringan oleh anak mungkin mengurangi masalah prilaku," kata Suglia.

Dibaca : 789 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER