Iklan Investor Pialang
Minggu, 25 Februari 2018 | 05:20 WIB

Ikhwanul Muslimin Serukan Kedamaian Dalam Protes di Mesir

Jumat, 16 Agustus 2013 / mancanegara / antara

OTDANEWS.COM, Kairo - Ikhwanul Muslimin menekankan pentingnya memelihara kedamaian dalam protes dan tidak terseret ke dalam provokasi pemerintah sementara, kata juru bicara organisasi itu.

Di dalam wawancara dengan Xinhua pada Kamis, Ahmed Aref juga mengatakan sikap masykarat internasional mengenai situasi di Mesir saat ini mengecewakan.

"Sikap awal yang diumumkan secara global pada Rabu (14/8) tidak sama dengan volume kejahatan kejam (yang terjadi)," katanya. Ia menyebut reaksi internasional sebagai "ogah-ogahan".

Ia menambahkan ada perbedaan antara warga biasa yang turun ke jalan bagi pemilihan dini presiden pada 30 Juni, yang menjadi hak sah, dan kekuatan yang menggulingkan presiden Mohamed Moursi --yang berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Sedikitnya 578 korban tewas dan 4.201 cedera telah dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan di Mesir dalam bentrokan di seluruh negeri tersebut antara pendukung Moursi dan pasukan keamanan, setelah pasukan keamanan pada Rabu membubarkan dua aksi-duduk besar pro-Moursi di Kairo dan Giza.

Ikhwanul Muslimin melaporkan jumlah korban jiwa yang jauh lebih banyak. Jejaringnya menyatakan lebih dari 2.600 pemrotes tewas dan lebih dari 10.000 lagi cedera dalam bentrokan itu.

Aref mengatakan mereka yang bertanggung-jawab atas kematian tersebut mesti diseret ke pengadilan internasional, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang.

Mesir telah menyaksikan kerusuhan sejak pasukan keamanan pada Rabu membubarkan dua aksi-duduk utama untuk mendukung Moursi selama 54 hari di Kairo dan Giza.

Kementerian Dalam Negeri, Kamis, memperingatkan polisi akan menggunakan peluru tajam terhadap setiap pelaku serangan lebih lanjut terhadap harta pribadi dan negara, di tengah seruan baru oleh kelompok Islam untuk melanjutkan protes massal.

Keputusan tersebut diambil setelah Markas Gubernur Giza diserbu dan dibakar oleh pendukung Ikhwanul Muslimin.

Sejak Rabu, sedikitnya 67 orang telah tewas di Gubernuran Minya dalam bentrokan antara polisi dan pemrotes pro-Moursi yang berusaha menyerbu beberapa pos polisi.

Para pendukung Moursi membakar sedikitnya tujuh tempat ibadah dalam serangan pembalasan saat polisi membubarkan demonstrasi di Ibu Kota Mesir, Kairo.

Front Nasional untuk Mendukung Keabsahan, aliansi pro-Moursi yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin dan terdiri atas sebanyak 30 gerakan serta partai Islam, mendesak semua rakyat Mesir agar bergabung dalam demonstrasi besar-besaran pada Jumat yang diberi nama "Jumat Kemarahan" guna memprotes pembunuhan paling akhir di negeri itu.

Dibaca : 953 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER