Iklan Investor Pialang
Kamis, 24 Mei 2018 | 20:55 WIB

Dewan Keamanan PBB Desak Negara Kuat Menindak Korut

Rabu, 13 Februari 2013 / mancanegara / antara

OTDANEWS.COM, PBB - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras uji coba senjata nuklir ketiga Korea Utara dan mendesak semua negara kuat di dunia untuk mengambil tindakan terhadap Pyongyang.

"Anggota Dewan Keamanan mengecam keras uji coba nuklir Korea Utara, tindakan tersebut dengan jelas melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan," kata Menteri Luar Negeri Kim Sung-hwan, yang negaranya merupakan ketua dewan untuk bulan ini, kepada wartawan.

Pernyataan tidak mengikat dari Dewan Keamanan tersebut disetujui oleh semua 15 negara anggota.

Pernyataan itu disepakati dalam pertemuan darurat tertutup yang diselenggarakan oleh Korea Selatan. Para diplomat dewan mengatakan bahwa negosiasi mengenai sanksi baru untuk Pyongyang dapat memakan waktu berminggu-minggu karena China diperkirakan akan mengambil posisi berseberangan.

Beijing mengkhawatirkan, sanksi baru yang lebih keras dapat semakin memperlemah ekonomi Korea Utara dan memicu membanjirnya pengungsi dari negara tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi pada Selasa memanggil duta besar Korea Utara untuk memprotes uji coba nuklir baru. Yang mengatakan bahwa China "sangat kecewa dan dengan tegas menentang" uji coba tersebut.

Beberapa diplomat dari Dewan Keamanan mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan mendesakkan sanksi baru dan bukan hanya memperluas sanksi yang sudah diberlakukan setelah uji coba atomik Pyongyang tahun 2005 dan 2009.

China sendiri telah lama menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui uji coba nuklir Korea Utara.

Victor Cha dari Center for Strategic and International Security mengatakan, "Pemimpin China tidak mungkin merasa senang dengan uji coba ini." "Dalam dunia diplomasi, hal-hal kecil sangat menentukan dan tindakan Korea Utara yang memilih waktu uji coba nuklir bersamaan dengan Tahun Baru China akan dibaca oleh Beijing sebagai penghinaan," kata Cha, yang juga merupakan negosiator Pyongyang di bawah mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.

"Pilihan waktu yang tidak tepat itu akan membuat China menghukum Korea Utara meskipun mungkin hanya untuk sementara waktu," kata dia.

Pada bulan Januari lalu, Dewan Keamanan menyepakati perluasan resolusi sanksi PBB bagi Korea Utara atas peluncuran roket pada Desember. Pada saat itu, badan paling kuat di PBB itu memperingatkan Pyongynag untuk tidak melakukan uji coba nuklir.

Korea Utara merespon peringatan dan sanksi tersebut dengan mengancam akan melakukan pemboman atom.

Pada masa lalu, uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara telah memicu Dewan Keamanan memberlakukan serangkaian sanksi, di antaranya adalah larangan impor teknologi nuklir dan barang mewah serta embargo persenjataan. (ANTARA)

Dibaca : 251 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER