Iklan Investor Pialang
Kamis, 24 Mei 2018 | 20:51 WIB

Militan Somalia Vonis Mati Sandera Prancis

Kamis, 17 Januari 2013 / mancanegara / antara

OTDANEWS.COM, Mogadishu - Militan Somalia yang terkait dengan Al Qaida menyatakan, Rabu, mereka menjatuhkan hukuman mati pada seorang agen Prancis beberapa hari setelah upaya pasukan negara itu untuk menyelamatkannya gagal.

Kelompok Al-Shabaab mengatakan dalam sebuah pernyataan, keputusan untuk membunuh Denis Allex, yang disandera di Somalia sejak 2009, dicapai dengan suara bulat dan setelah "upaya menyeluruh negosiasi" bagi pembebasannya selama tiga tahun ini.

"Dengan upaya penyelamatan itu, Prancis telah secara suka-rela menandatangani surat perintah mati Allex," kata militan dalam pernyataan email itu, yang juga dipasang di Twitter resmi kelompok tersebut.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis Edouard Guillard, yang diminta berkomentar mengenai pernyataan Al-Shabaab itu, mengatakan kepada Radio Eropa 1, Allex diperkirakan telah tewas.

"Kami tidak memiliki informasi apa pun sejak penyerbuan Jumat untuk menyelamatkan Allex yang masih hidup. Kami rasa ia mungkin kini sudah tewas," kata Guillard.

Tidak jelas apakah gerilyawan menyatakan bahwa mereka telah membunuh Allex.

"Adalah pemerintah Prancis... yang harus bertanggung jawab penuh atas kematian Allex," kata Al-Shabaab dalam pernyataan itu.

Guillard mengatakan, militan sedang melakukan "manipulasi media".

Militan melakukan perlawanan sengit ketika pasukan komando Prancis memasuki Somalia selatan dengan helikopter pada Sabtu dinihari untuk berusaha membebaskan Allex.

Dua prajurit komando tewas dalam penyerbuan itu.

Presiden Prancis Francois Hollande dalam pernyataan kepada pers Rabu larut malam mengatakan, ia bertanggung jawab atas operasi penyelamatan yang gagal itu dan menyebutnya sebagai konsekuensi berat yang harus ditanggung.

Allex adalah salah satu dari dua aparat badan intelijen DGSE yang diculik oleh Al-Shabaab di Mogadishu pada Juli 2009. Rekannya, Marc Aubriere, berhasil menyelamatkan diri sebulan kemudian, namun Allex ditahan sejak itu dalam apa yang disebut Hollande sebagai "kondisi mengerikan".

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB.

Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli 2010.

Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.

Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 79 orang.

Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaida.

Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaida pimpinan Osama bin Laden.

Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut. (ANTARA)

Dibaca : 214 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER