Iklan Investor Pialang
Kamis, 24 Mei 2018 | 20:48 WIB

Sarana Karya Ekspor Aspal Ke Kamboja

Jumat, 05 Oktober 2012 / ekuin / antara

PT Sarana Karya Persero menandatangani perjanjian kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan asal Kamboja untuk mengekspor aspal curah sekitar 10.000-20.000 ton dalam waktu dekat.

"Kita sudah MoU dengan Kamboja. Ini barang baru bagi mereka," kata Direktur Utama Sarana Karya, Syamsul Qamar, usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI tentang Privatisasi BUMN di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, Kamboja sangat berminat terhadap aspal alam yang diproduksi oleh perseroan. Pada tahap awal, pihak Kamboja ingin mencoba menggunakan aspal tersebut untuk pembangunan infrastruktur, antara lain perbaikan jalan.

Saat ini, perseroan tengah mengirimkan contoh aspal curah, metode pelaksanaan, serta penggunaan aspal tersebut. Aspal curah itu, diakui Syamsul bukan untuk diolah kembali oleh pihak Kamboja.

"Kalau China kan mereka olah kembali aspal ini. Sedangkan Kamboja, mereka akan langsung menggunakannya," ungkapnya.

Ia menyebutkan, selain menjalin kerja sama dengan pihak Kamboja, perseroan telah terlebih dahulu berkolaborasi dengan China. Setiap tahunnya, Sarana Karya mengirimkan aspal curah sebanyak 1 juta ton.

"Namun banyak kendalanya, seperti pengangkutan karena laut di China katanya beku. Kita sih selalu siap. Masalahnya ada di mereka," paparnya.

Ia menjelaskan perseroan juga telah menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan, antara lain PT Integrito Glonex Pramata untuk memasok sebanyak 6 juta ton aspal buton curah selama lima tahun, PT Aston Adhijaya sekitar 120 ribu ton per tahun, serta PT Delta Mandala Mulia sebanyak 150 ton per tahun.

"Mulai 2012-2013, perusahaan terutama memfokuskan untuk menguatkan posisi keuangan dengan melakukan kontrak jangka pendek dan jangka panjang aspal buton curah," urainya.

Dibaca : 745 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER