Iklan Investor Pialang
Selasa, 23 Januari 2018 | 09:24 WIB

Warga Afsel Penyelundup Shabu Diadili

Jumat, 21 Desember 2012 / hukum / antara

OTDANEWS.COM, Mataram - Kathlyn Dunn (28) asal Afrika Selatan (Afsel, yang kedapatan menyelundupkan shabu sebanyak 2,6 kilogram melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), 11 Oktober 2012, mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas perkara penyelundupan narkotika itu dipimpin ketua majelis hakim, Pastra Joseph Ziralluo dibantu anggota majelis hakim Sari Sudarmi dan Jon Sarman Saragih.

Joseph sehari-harinya menjabat Wakil Ketua PN Mataram sekaligus koordinator pejabat kehumasan di pengadilan tersebut.

Dalam persidangan tersebut, terdakwa berkebangsaan Afrika Selatan itu didampingi penasehat hukumnya Gabriel Mbulu. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Lakamis dan Rudi Gunawan.

Dalam dakwaannya, JPU menyatakan, Kathlyn Dunn terlibat penyelundupan shabu-shabu sebanyak 2,6 kilogram yang disembunyikan dalam koper khusus, namun diketahui petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram di BIL, setelah membongkar koper tersebut.

Modus operandi kasus penyelundupan narkotika yakni "false compartment" atau disembunyikan dalam dinding koper yang direkayasa sedemikian rupa.

Wanita itu merupakan penumpang pesawat Silk Air nomor penerbangan MI 128, yang "inbound" dari Afrika Selatan transit di Bandara Changi Singapura, tujuan Lombok (Indonesia), yang tiba di BIL, Kamis (11/10) pukul 19.00 Wita.

Ia dijerat pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, junto pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Warga Afrika Selatan itu terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup dan denda minimal Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Setelah pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziralluo meminta tanggapan penasehat hukum terdakwa, terkait sidang lanjutan yang dijadwalkan 7 Januari 2013, dengan agenda pembacaan eksepsi (pembelaan).

Gabriel Mbulu selaku penasehat hukum terdakwa tidak menanggapi secara langsung jadwal pembacaan eksepsi itu, sehingga sidang lanjutan dapat digelar sesuai jadwal yang ditawarkan majelis hakim.

Hanya saja, Gabriel menyampaikan permintaan terdakwa agar barang berharga milikinya seperti uang dan barang lainnya yang disita penyidik saat permberkasan perkara penyelundupan narkotika itu, segera dikembalikan.

"Uang dan barang lainnya yang tidak ada kaitannya dengan perkara narkotika ini, sekiranya dikembalikan kepada terdakwa, karena yang bersangkutan sangat membutuhkannya," ujar Gabriel di penghujung sidang yang disaksikan ratusan pengunjung karena terbuka untuk umum itu. (ANTARA)

Dibaca : 302 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER