Iklan Investor Pialang
Selasa, 23 Januari 2018 | 09:24 WIB

PN Mataram Sidangkan Warga Jerman Penyelundup Hasis

Jumat, 21 Desember 2012 / hukum / antara

OTDANEWS.COM, Mataram - Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, menyidang Oskar Josef Schweikert (57) asal Jerman yang kedapatan menyelundupkan hasis (olahan ganja) sebanyak 3,7 kilogram melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), 13 Oktober 2012.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan atas perkara penyelundupan narkotika itu dipimpin Pastra Joseph Ziralluo selaku ketua majelis hakim, dibantu Sari Sudarmi dan Jon Sarman Saragih, masing-masing sebagai anggota majelis hakim.

Joseph sehari-harinya menjabat Wakil Ketua PN Mataram sekaligus koordinator pejabat kehumasan di pengadilan tersebut.

Dalam persidangan tersebut, terdakwa berkebangsaan Jerman itu didampingi penasehat hukumnya Andri Rahmad.

Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikoordinir Anwarudin Sulistyono, yang masih menjabat Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, dibantu I Gede Eka.

Dalam dakwaannya, JPU menyatakan Rolf Oskar Josef Schweikert terlibat penyelundupan hasis sebanyak 3,7 kilogram yang disembunyikan dalam koper khusus, namun diketahui petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram di BIL, setelah membongkar koper tersebut.

Modus operandi kasus penyelundupan narkotika yakni 'false compartment' atau disembunyikan dalam dinding koper yang direkayasa sedemikian rupa.

Warga Jerman itu dijerat pasal 102 huruf e Undang Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, junto pasal 113 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup dan denda minimal Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Setelah pembacaan dakwaan tersebut, Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziralluo meminta tanggapan penasehat hukum terdakwa, terkait sidang lanjutan yang dijadwalkan 7 Januari 2013, dengan agenda pembacaan eksepsi (pembelaan) terdakwa.

Namun, Andri Rahmad selaku penasehat hukum terdakwa tidak menghendaki adanya pembacaan eksepsi, sehingga sidang lanjutan dapat memasuki tahapan pemeriksaan saksi.

"Kami tidak mengajukan eksepsi karena perkaranya cukup jelas, sebaiknya dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi," ujarnya. (ANTARA)

Dibaca : 334 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER