Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 10:32 WIB

Tol Ungaran-Bawen Diharapkan untuk Arus Mudik

Selasa, 02 Juli 2013 / properti / antara

OTDANEWS.COM, Semarang - Kementerian Pekerjaan Umum berharap jalan tol Ungaran - Bawen seksi II pada proyek Jalan Tol Semarang - Solo sudah bisa digunakan pada saat arus mudik 2013.

"Kami berharap, ruas ini sudah bisa dipakai untuk arus mudik dan balik, meski hanya satu lajur dan hanya untuk kendaraan kecil," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada pers usai peninjauan "Pengecoran Terakhir Jembatan Darat Lemah Ireng" pada ruas tol Ungaran-Bawen, di Semarang, Selasa.

Menurut Djoko, proses pembangunan tahap-seksi 2 Ungaran - Bawen sepanjang 11,95 km kini telah mencapai tahap akhir dengan penyelesaian di sejumlah titik.

"Secara kontrak harusnya selesai akhir tahun ini, tetapi ternyata dilaporkan bisa lebih cepat hingga akhir Oktober," katanya.

Oleh karena itu, kata Djoko, jika dimungkinkan maka ruas itu diharapkan sudah bisa dipakai secara gratis untuk kendaraan kecil pada arus mudik dan balik, meski hanya satu lajur.

"Namun, saya pesan dengan sangat bahwa ini bukan untuk gagah-gahan. Utamakan keselamatan untuk pengguna jalan. Jadi, jangan dipaksakan," katanya.

Dirut PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengakui, pihaknya optimis dan berharap dapat dukungan doa dari masyarakat sehingga proses konstruksi sesuai yang diharapkan.

"Semoga cuaca mendukung, sehingga saat arus mudik, ruas ini bisa membantu karena jarak 11 km Bawen-Ungaran bisa ditempuh sekitar 15 menit atau jauh dibanding jalur normal sekitar satu jam," katanya.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Djajat Sudrajat menyebut, pada seksi dua tersebut juga terdapat Jembatan Darat Lemah Ireng sepanjang 899 meter.

"Nantinya, ini akan menjadi jembatan terpanjang darat di Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, proses pembangunan konstruksi jembatan itu menjadi lebih cepat karena menggunakan konstruksi campuran baja dan beton atau komposit.

Tidak Ambles Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha, PT Jasa Marga Tbk, Abdul Hadi membantah bahwa dalam proses pembangunan ruas itu ada titik yang ambles di KM 24+800.

"Bukan ambles. Itu bagian dari pekerjaan perawatan dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor dan hal ini biasa dalam pekerjaan konstruksi," katanya.

Proyek Jalan Tol Semarang - Solo sepanjang 72,64 kilometer dikelola oleh PT Trans Marga Jateng, perusahaan pantungan antara PT Jasa Marga Tbk (60%) dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (40%).

Tol dengan investasi sekitar Rp6,011 triliun terbagi menjadi dua tahap yakni pertama ruas Semarang-Bawen dan Bawen-Solo.

Untuk ruas Semarang-Bawen seksi 1 sepanjang 11,3 km dari Semarang-Ungaran sudah dioperasikan sejak 17 November 2011.

Kemudian, untuk tahap kedua dari Bawen-Solo kini masih pembebasan lahan sekitar 5-10 persen dari total lahan yang diperlukan sekitar 450 ha lebih.

"Triwulan ke tiga, untuk tahap dua Bawen-Solo sudah bisa ditenderkan," kata Djajat Sudrajad.

Dibaca : 1129 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER