Iklan Investor Pialang
Sabtu, 21 April 2018 | 06:59 WIB

Myland Targetkan Proyek Taupo Habis Terjual 2013

Jumat, 12 April 2013 / properti / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Myland Partners Corporation pengembang asal Selandia Baru menargetkan proyek Kingfisher, hunian di tepi danau Taupo akan terjual habis pada Mei 2013 sebagian pembelinya berasal dari investor asal Indonesia.

"Sejak dipasarkan November 2012 proyek Kingfisher sudah terjual lebih dari 65 persen dengan pembeli diantaranya dari Cina, Malaysia, dan Indonesia ," kata Direktur Myland Partners, Farhad Moinfar di Jakarta, Kamis.

Moinfar mengatakan, Kingfisher ditawarkan berupa kavling/ lahan dengan luas 2000 sampai 2500 meter sebanyak 75 unit dengan harga rata-rata 112.000 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp945 juta per unit.

Unit sendiri ditawarkan dalam dua pilihan 30 kavling berlokasi langsung di tepi danau Taupo, sedangkan 45 kavling lainnya tidak berlokasi di tepi tetapi tetap menghadap (memiliki pemandangan) ke danau, jelas Moinfar.

Bahkan menjawab tingginya minat masyarakat Indonesia untuk membeli hunian di Taupo, Myland berencana mendirikan kantor cabang di Jakarta melengkapi kantor yang sudah ada di Auckland dan Kuala Lumpur, papar Moinfar.

Bahkan bersama IndoProperty agen pemasaran di Indonesia perusahaan ini kembali akan menyelenggarakan pameran di Indonesia.

Pameran untuk kedua kalinya tersebut untuk memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki unit di Taupo Pameran sekaligus seminar investasi properti di Selandia Baru akan diselenggarakan pada tanggal 13 - 14 April 2013 bertempat di Hotel Mulia Senayan Jakarta, kata Moinfar.

Moinfar mengatakan alasan memilih investasi properti di Selandia Baru karena kebijakan di negaranya lebih fleksibel dibandingkan dengan Singapura yang kini mulai padat ditambah kebijakan pemilikan properti yang lebih ketat serta harganya lebih mahal.

Dia juga menjamin kepemilikan properti di Selandia Baru lebih aman selain dana pembayaran ditempatkan di "trust account" (rekening khusus yang ditunjuk kuasa hukum) jadi tidak langsung ke rekening pengembang, juga sarana dan prasarana di Kingfisher sudah tersedia, pembeli tinggal membangun hunian.

Sertifikat kepemilikan atas nama pembeli baru akan diterbitkan setelah seluruh pembayaran di "trust account" diselesaikan, jelas Moinfar.

Myland menawarkan tiga opsi pembelian properti di danau Taupo yakni platinum penyelesaian pembayaran satu bulan dengan diskon 40 persen, gold pembayaran satu tahun diskon 35 persen, dan silver pembayaran dua tahun diskon 20 persen.

Moinfar mengatakan, pembeli asal Indonesia sebagian besar justru membeli dengan pembayaran satu bulan, hanya dua orang yang menggunakan alternatif pembayaran satu atau dua tahun, berbeda dengan pembeli asal Malaysia yang justru lebih memilih pembayaran satu atau dua tahun.

Terkait dengan penjualan di Indonesia, Moinfar menawarkan program "fly before you buy" cukup membayar uang muka 5000 dolar AS setara Rp49 juta, calon pembeli (dua orang)sudah dapat berkunjung ke Selandia Baru untuk meninjau lokasi selama dua hari tiga malam.

Moinfar mengatakan, melalui program tersebut sudah menghasilkan 20 perjalanan ke Selandia Baru tingkat konversi 100 persen dalam arti mereka yang berkunjung dipastikan akan membeli.

Moinfar menjelaskan, ekonomi di Selandia Baru sebagian didorong dari sektor pariwisata (kedua setelah agro industri) sehingga pemilihan lokasi di Taupo sangat tepat sebagai tujuan wisata utama di Selandia Baru.

Pariwisata di danau Taupo Selandia Baru tidak pernah sepi pengunjung selain menawarkan udara segar, juga pemandangan gunung bersalju, hutan, lembah, sungai, dan bagi yang suka memancing di danau ini terdapat ikan trout terbaik, kata Moinfar.

Berdasarkan data terkini yang dirilis ekonom ANZ Bank nilai real estate di Selandia Baru naik di atas 16 persen pada tahun 2012, pihak Myland juga menjanjikan untuk membantu pembeli yang ingin menjual kembali unit mereka di Kingfisher.

Terkait capital gain sejak Kingfisher diluncurkan tahun 2012 pembeli sudah dapat menikmati keuntungan sekitar 7-8 persen serta dipastikan akan terus mengalami kenaikan, ujar dia.

Untuk menjual kembali tidak membutuhkan waktu lama sekitar 45 hari kerja, mengingat agen properti membutuhkan waktu untuk penyesuaian data base, sedangkan biayanya sekitar 1-2 persen dari penjualan, kata Moinfar.

Dibaca : 765 kali
SIGNUP FOR NEWSLETTER