Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 00:28 WIB

Brimob Datangi Redaksi Papua Papua Pos

Jumat, 24 Mei 2013 / nasional / antara
Brimob Datangi Redaksi Papua Papua Pos
Polda Papua/Antara
Terkait :

Antara, Jayapura - Belasan anggota Brimob Polda Papua bersenjata lengkap dengan sebuah truk mendatangi kantor redaksi Papua Pos pada Selasa (21/5) malam dan sebagian diantaranya langsung melakukan pemotretan dalam kantor tersebut.

Pemimpin redaksi Papua Pos Frida Adu kepada rekan pers di Jayapura, Kamis malam mengatakan, peristiwa paksa masuk dalam kantornya tanpa izin tersebut diketahui oleh salah satu wartawannya, Jean Bisay.

"Kejadian ini terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIT, saat itu ada satu truk yang berisi sekitar lima belas orang. Tiga orang diantaranya turun dan langsung memotret bagian depan kantor kami," kata Frida.

Menurut dia, belasan anggota Brimob Polda Papua itu menggunakan seragam dan membawa senjata lengkap. "Beberapa diantaranya langsung masuk kedalam kantor. Karyawan saya Jean Bisay mengira sudah berkoordinasi dengan saya yang sedang berada dilantai atas, padahal belum," katanya.

Mantan redaktur pelaksana Majalah Berita Foja itu mengatakan, hal ini baru diketahui pada hari ini setelah salah satu karyawan menceritakan. "Saya juga baru tahu hari ini, dan segera saya sampaikan kepada rekan-rekan pers. Menurut karyawan saya, anggota Brimob tersebut mengaku sedang menjalankan razia rutin atas perintah komandannya," katanya.

Frida menilai sikap arogansi pasukan Brimob Polda Papua itu telah menodai insan pers di Kota Jayapura karena masuk ke tempat orang tanpa izin. "Ini cara-cara yang tidak sopan dari aparat keamanan. Seharusnya jika ada yang ingin dikonfirmasi,minta izin dulu," katanya menyesalkan tindakan tersebut yang dinilaiya berlebihan.

Ketua Aliansi Jurnalis Indepen (AJI) Kota Jayapura Victor Mambor menilai, tindakan sejumlah anggota Brimob Polda Papua itu bisa disebut sebagai aksi intimidasi dan teror yang mengarah pada upaya penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran yang tidak dibenarkan oleh aturan dan undang-undang yang berlaku.

"Ini tindakan yang tidak terpuji dan memalukan korps kepolisian Polda Papua yang masuk tempat tinggal/kantor orang tanpa izin. Apa lagi dengan sengaja melakukan pemotretan dari luar ruangan hingga kedalam ruangan, jelas-jelas membuat karyawan Papua Pos khawatir dan merasa tidak nyaman," katanya.

"Coba seandainya peristiwa ini dilakukan terhadap mereka, apakah mereka juga bisa menerimanya. Mereka tampaknya seng mencari barang bukti tapi tidak minta permisi. Jelas orang akan menilainya sebagai upaya intimidasi dan teror terhadap pers," kata Victor.

Pemimpin redaksi Tabloidjubi online ini mengaku sudah menghubungi Komandan satgas Brimob Polda Papua untuk meminta penjelasan tentang peristiwa tersebut. "Komandan Brimob Kombes Pol Sugeng telah mengakui kesalahan anggotanya dan telah memberikan hukuman pada anak buahnya yang melakukan tindakan tersebut. "Saya sudah hubungi komandan Brimob, dan dia meminta maaf dan mengakui kesalahan anggotanya," katanya.

Victor juga mengingatkan agar peristiwa itu tidak terulang lagi dan berharap Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian bisa menjelaskan maksud dari tindakan anak buahnya itu serta meminta maaf secara terbuka kepada insan pers di Jayapura dan sekitarnya.

"Bukan hanya komandan Brimob, tapi Kapolda Papua juga harus bisa mengarahkan anggotanya agar tahu fungsi dan peran pers. Pers, tak bisa diperlakukan seperti itu," tutup Mambor.

Dibaca : 463 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER