Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 10:58 WIB

300 Orang Terlibat Bersihkan Ngarai Sianok Bukittinggi

Jumat, 07 Juni 2013 / potensi daerah / antara

OTDANEWS.COM, Bukittinggi - Sekitar 300 orang akan terlibat dalam pembersihan Ngarai Sianok Kota Bukittinggi dari sampah plastik, kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Matahari Raqay R Yani, Jumat.

"Pembersihan Ngarai Sianok dari sampah plastik pada Minggu (9/6) melibatkan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pramuka dan penggiat kegiatan di alam bebas," katanya di Bukittinggi.

Menurut dia, kegiatan pembersihan Ngarai Sianok dari sampah plastik dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLK) se-dunia.

Kegiatan itu digelar selain membersihkan Ngarai Sianok dari sampah plastik, kata dia, juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Disamping itu kata dia, juga sebagai ajang menyosialisasikan Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Lingkungan Hidup.

Ia menyebutkan, kegiatan pembersihan Ngarai Sianok dari sampah plastik sudah yang keempat kalinya digelar.

Saat ini kesadaran masyarakat dalam membuang sampah di tempatnya masih kurang. Maka dengan kegiatan yang kami gelar itu, akan membuka pemikiran dari masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat, katanya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang lingkungan, menurut Raqay, pihaknya sangat peduli dengan kondisi lingkungan yang akan tercemar karena pembuangan sampah di sembarang tempat itu.

"Di Jembatan Durian, Kabupaten Agam misalnya, hampir setiap hari masyarakat membuang sampah di saluran setempat," kata dia.

Sajak LSM Matahari sering melakukan aksi bersih di Ngarai Sianok dan pendekatan ke pihak Pemerintahan Nagari Padanglua, kini warga tak lagi membuang sampah kawasan itu, kata dia.

Dia berharap, dari kegiatan yang akan dilakukan tersebut mendapat dukungan dari Pemkot Bukittinggi.

Terkait sampah dihasilkan Kota Bukittinggi masih di buang ke dasar Ngarai Sianok di daerah Panorama Baru, dia berharap, agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera merealisasikan kegunaan TPA Regional di Kota Payakumbuh.

Sebab kata dia, pembuangan sampah beberapa pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, yang tak dilakukan pengolahan telah melanggar UU Nomor 18 tahun 2008.

Dibaca : 824 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER