Iklan Investor Pialang
Senin, 22 Januari 2018 | 17:05 WIB

Potensi 19 Pulau Di Padang Belum Terdata

Kamis, 15 Nopember 2012 / potensi daerah / antara

OTDANEWS.COM, Padang - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Padang, menyatakan, hingga saat ini potensi dari 19 pulau yang masuk wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Barat, belum terdata, sehingga pemanfaatannya juga belum dimaksimalkan.

Kepala Bappeda Kota Padang Ervan Bahar di Padang, Rabu, mengatakan, pulau yang masuk wilayah Kota Padang ada 19, dan hingga saat ini tidak ada data yang konkret tentang potensi masing-masingnya.

"Tidak adanya data yang konkret tersebut membuat pemerintah tidak dapat menentukan mana pulau yang memiliki potensi yang dapat dikelola baik itu untuk sektor pariwisata ataupun yang dapat dikembangkan untuk hal lainnya dari segi investasi," kata Ervan.

Dia menambahkan, belum adanya data konret tentang potensi pulau-pulau tersebut disebabkan selama ini yang menjadi perhatian adalah wilayah daratan 694,96 kilometer per segi, atau setara dengan 1,65 persen dari luas Provinsi Sumbar.

Pulau yang masuk dalam wilayah Kota Padang, berdasarkan website Bappeda, diantaranya adalah Pulau Bintagur dengan luas 56,78 hektare (Ha), Sikuai 48,1 Ha, Sirandah 19,18 Ha, Pasumpahan 16,90 Ha, Sibonta 13,18 Ha, Sironjong 11,04 Ha, Sinyaru 7,90 Ha, Setan 7,81 Ha, Setan Kecil 3,33 Ha, Kasik 1,73 Ha, Ular 1,38 Ha, yang semunya terletak dan masuk dalalam Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Kemudian juga ada Pulau Toran dengan luas 33,67 Ha, Bindalang 27,06 Ha, Pisang 26,19 Ha, Pandan 24,32 Ha, Pasir Gadang 4,91 Ha, Pisang Ketek 3,02 Ha yang masuk dalam Kecamatan Padang Selatan, serta Pulau Sao 12,46 Ha, dan Pulau Air 7,09 Ha yang masuk dalam Kecamatan Koto Tangah.

Sehubungan dengan itu, agar potensi yang ada di pulau-pulau tersebut dapat dikelola dengan baik, Bappeda Kota Padang untuk tahun 2013 segera melakukan penyusunan studi kelayakan pulau-pulau kecial di daerah itu yang masuk dalam prioritas program perencanaan pembangunan ekonomi, dengan anggaran yang diajukan ke DPRD setempat untuk APBD 2013 sebesar Rp400 juta.

"Penyusunan studi kelayakan pulau-pulau tersebut agar adanya pedoman dalam pengembangan kawasan itu, dalam rangka menunjang peluang investasi, mendukung sektor kelautan, dan pariwisata," jelasnya.

Ervan menambahkan, jika telah ada studi kelayakan pulau-pulau kecil tersebut, maka nantinya akan jelas mana saja pulau yang bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat serta pendapatan daerah Kota Padang.

Sementara itu, perlunya penyusunan dan pendataan potensi pulau tersebut juga terkait, dalam prioritas pembangunan Kota Padang pada 2013 juga dicantumkan pengembangan kawasan kelautan dan pariwisata. (ANTARA)

Dibaca : 1491 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER