Iklan Investor Pialang
Sabtu, 21 April 2018 | 07:09 WIB

Mobil Surya ITS Siap Berlaga di Australia

Rabu, 10 Juli 2013 / karya / antara

OTDANEWS.COM, Surabaya - Mobil bertenaga surya yang dirancang mahasiswa Teknik Mesin ITS dengan nama "Sapu Angin Surya" siap berlaga pada "World Solar Challenge 2013" di Australia pada 6-13 Oktober 2013.

"Mobil 'Sapu Angin Surya' itu sedang menjalani proses fabrikasi dan sudah selesai 75 persen, tinggal proses rakit saja. Insya-Allah, mobil itu akan kami luncurkan pada 17 Agustus (Hari Kemerdekaan RI) dengan uji coba di Pulau Madura," kata Manajer "ITS Solar Car Racing Team" Agus Mukhlisin di Surabaya, Rabu.

Didampingi dosen Teknik Mesin ITS selaku pembimbing Dr Muhammad Nur Yuniarto, ia menjelaskan pihaknya menargetkan masuk 10 besar dalam lomba mobil surya tingkat dunia yang pertama kali diikuti tim ITS itu.

"Bahkan, ITS menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam lomba mobil surya yang tahun 2013 diikuti 47 tim dari 26 negara, tapi kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi ternama seperti Tokai University, Michigan, Stamford University, MIT, dan sebagainya," katanya.

Dalam lomba mobil bertenaga matahari itu, puluhan peserta akan menempuh rute sejauh 3.000 kilometer dari Darwin ke Adelaide selama lima hari dengan melintasi gurun. "Peserta hanya boleh menggunakan energi lain sebesar lima persen untuk cadangan, tapi 95 persen menggunakan energi matahari," katanya.

Menurut dia, lomba mobil bertenaga surya itu mempertandingkan tiga kategori yakni "challenger class" (29 tim), "cruisser class" (10 tim), dan "adventure class" (18 tim).

"Kami ikut dalam challenger class yang merupakan kelas masterpiece mobil surya yang bisa dikembangkan, karena mobil surya di kelas itu memiliki empat roda, meski hanya satu penumpang," katanya.

Dua kategori lainnya adalah "cruisser class" dengan dua penumpang yang tidak 100 persen mengandalkan tenaga surya, karena bisa di- "charge" pada stasiun pengisian bahan bakar umum lainnya, sedangkan "adventure class" dengan tiga roda dan satu penumpang.

"Masalahnya, kami masih mampu menghimpun dana Rp950 juta dari Rp2 miliar yang kami butuhkan, karena kami baru mendapatkan dukungan dana dari DEN, Triaxis, PJB, dan Pusri, tapi kami jamin tetap bisa ikut lomba mobil surya itu, meski serba terbatas," katanya.

Secara teknis, katanya, mobil surya buatan tim ITS akan memiliki kecepatan rata-rata 80 kilometer/jam, meski target kecepatan adalah 130 kilometer/jam karena menggunakan motor penggerak dari Jepang yang harganya ratusan juta rupiah.

Sementara dosen Teknik Mesin ITS yang juga ketua tim mobil listrik ITS Dr Muhammad Nur Yuniarto, menjelaskan sukses dalam lomba mobil surya itu bukan ditentukan kecepatan mobilnya, namun sangat bergantung pada kerja sama tim dan strategi lomba.

"Mobil surya dari Tokai University yang menjadi juara tahun lalu memiliki kecepatan 91,54 kilometer/jam, tapi kemenangannya bukan karena itu, melainkan kerja sama tim untuk kemah di gurun dan kerja sama tim untuk menentukan strategi mobil di saat matahari terik dan kurang terik," katanya.

Ia menambahkan semangat tim ITS itu didukung pengalaman sivitas akademisi di Jurusan Teknik Mesin yang telah mengembangkan mobil bertenaga surya sejak tahun 1985 yakni mobil surya "Widya Wahana I", lalu mobil "Widya Wahana II" pada tahun 1990 dan mobil "Widya Wahana III" pada tahun 1993.

"Saat itu, kami belum bisa mengikuti World Solar Challenge, karena kendala dana, tapi awal tahun 2012 terbentuk 'ITS Solar Car Racing Team' dengan nama mobil Sapu Angin Surya yang mengusung tagline 'Dreams Come True' dan akhirnya bisa mewujudkan mimpi bangsa Indonesia berlaga di perlombaan internasional," katanya.

Tim itu terdiri dari Dr M Nur Yuniarto (Faculty Advisor), Agus Mukhlisin (General Manager Team), Galih Priyo Atmojo ST, Achmad Nur Husaini, Maxgisca Yunas, Hudha Rencana PSW (desain), Weli Yuli Prihantoro ST, dan Ridwan (Electronics, Control, and Instrumentation).

Selain itu, Singgih Ardi Prabowo ST, Agus Nurtriartono, Moh Tegar WW, Kevin Dwi Prasetio (mechanical), Grangsang Sotyaramadhani, Siti Choirun Nisa', Aulia Wardani, Aufar Nugraha, dan Nadhira Raafianti (Marketing and External Relation).

Dibaca : 1077 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER