Iklan Investor Pialang
Rabu, 25 April 2018 | 10:11 WIB

Orang Gila di Bandarlampung Meresahkan Warga

Rabu, 06 Maret 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Bandarlampung - Keberadaan orang gila di Kota Bandarlampungg cukup meresahkan warga sehingga pemerintah kota didesak segera melakukan penertiban agar mereka tidak berkeliaran di jalan raya dan tempat-tempat umum.

"Orang gila sudah masuk rumah warga untuk mengambil makanan dan barang-barang lainnya," kata Joko (34) di Bandarlampung, Rabu.

Dia mengatakan, orang gila yang sering berkeliaran itu tidak mengenakan pakaian, padahal warga telah memberikan baju dan celana tapi tidak dikenakannya.

Bukan hanya itu, penderita penyakit jiwa itu terkadang berteriak-teriak sehingga membuat warga ketakutan khususnya perempuan dan anak kecil.

Keberadaan orang gila itu sudah dilaporkan kepada pihak kelurahan tapi belum ada tanggapan padahal telah meresahkan.

"Kami berharap dinas sosial yang berwenang dalam penanganan masalah ini segera melakukan tindakan karena keberadaan mereka sangat meresahkan warga. Mereka perlu mendapat perawatan atau pengobatan," katanya.

Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandarlampung mengaku sudah menjaring belasan orang gila yang berada di Kota Tapis Berseri itu.

"Kami selalu menjaring orang gila yang berada di sejumlah kelurahan dan kecamatan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandarlampung, Muzarin Daud.

Dia mengatakan, Dinsos selalu melakukan pemantauan terhadap keberadaan orang gila ini. Raziapun dilakukan terhadap mereka dan dilakukan pendataan, jika mereka mengetahui alamatnya maka akan diantar ke keluarganya.

Namun, banyak yang lupa alamatnya dan dilakukan rehabilitasi terhadap mereka, saat ini Dinsos bekerjasama dengan tempat Rehabilitasi Sinar Jati dan Rehabilitasi Olia Rahma, Kecamatan Kemiling.

"Tahun 2013 diperkirakan orang gila akan bertambah di Bandarlampung. Diperkirakan karena beban ekonomi dan tekanan dalam rumah tangga, mereka banyak berusia 30 hingga 40 tahun," katanya.

Untuk kelancaran operasional, pihaknya telah menganggarkan dana sekitar Rp50 juta. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk konsumsi para orang gila selama dipenampungan dan honor petugas penertiban.

Dibaca : 535 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER