Iklan Investor Pialang
Sabtu, 21 April 2018 | 07:01 WIB

PDAM Belu Rehabilitasi Sistem Jaringan

Sabtu, 05 Januari 2013 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Atambua - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu wilayah batas negara RI-Timor Leste merehabilitasi jaringan perpipaan bawah tanah di daerah itu, untuk optimalisasi layanan kepada konsumen.

"Kegiatan itu segera kita lakukan pada 2013 ini, sehingga tidak mengganggu optimalisasi penyaluran air bersih kepada warga di daerah ini," kata Direktur PDAM Kabupaten Belu, Yohanes Tefa di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Sabtu.

Dia mengatakan, rehabilitasi sistem jaringan perpipaan bawah tanah tersebut, membutuhkan anggaran yang cukup besar dan oleh pemerintah pusat diberikan dana berjumlah Rp20 miliar, selain alokasi anggaran pemerintah kabupaten Belu sebagai dana pendamping.

"Saya tidak ingat persis jumlah anggarannya, namun yang pasti dari pemerintagh pusat melalui APBN itu senilai Rp20 miliar," kata Yohanes.

Menurut Yohanes, perbaikan sisitem jaringan perpipaan bawah tanah itu, sebagai bagian dari salah satu langkah PDAM memperbaiki layanan kepada warga konsumen di daerah batas negara itu, dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di dalam rumah.

"Ini penting kita lakukan, agar PDAM bisa memberikan layanan yang terbaik kepada konsumen yang adalah raja," kata Yohanes.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Kabupaten Belu, Maria Eda Fahik, terpisah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu, saat ini sedang memasang sistem instalasi penjernihan air laik minum di sejumlah sumber air baku di wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste itu.

"Dinas PU melalui Bidang Cipta Karya sedang memasang sisitem penjenihan itu di beberapa sumber mata air baku, agar air yang dialirkan ke warga selaku konsumen bisa laik minum," kata Maria.

Dia mengakui, sejumlah sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber baku alir air kepada warga selaku konsumen yang selama ini dikelola PDAM wilayah batas negara itu, masih membutuhkan sejumlah sistem penjernihan agar air yang sampai ke rumah warga, bisa benar-benar laik konsumsi.

Menurut dia, sejumlah sumber air baku yang dikelola PDAM dan sedang dipasang instalasi penjernihan masing-masing, sumber mata air Haikrit, Lahurus serta bendungan Tirta A dan C. Selain itu lanjut Maria, Pemerintah Kabupaten Belu juga sedang memasang sejumlah sisitem yang sama di sejumlah sumber air baku di sepanjang bendungan Benanain di wilayah selatan wilayah batas negara itu.

Ketika musim hujan tiba, Sungai Benenain yang berbatasan langsung dengan Distrik Maliana, Timor Leste, selalu meluap dan menggenangi rumah warga serta merusak jaringan air bersih.

Banjir tersebut mengganggu dan merusak sistem dan sumber mata air bersih warga yang saban hari dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan mandi, cuci dan kakus.

"Karena itu, penting bagi pemerintah melakukan sejumlah langkah itu, agar air yang laik konsumesi di musim hujan terus bisa diperoleh warga di sana," kata Maria. (ANTARA)

Dibaca : 403 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER