Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 10:53 WIB

Ratusan Karyawan Luwes Solo Tuntut Manajernya Dipecat

Rabu, 02 Januari 2013 / lintas daerah / antara

 

OTDANEWS.COM, Solo - Ratusan karyawan Swalayan Luwes di tiga lokasi berbeda di Kota Solo, Rabu, melakukan aksi solidaritas menuntut pemecatan Bengawan Tejoagar dari jabatan Manajer Human Resource Development (HRD) Luwes Group.

Ratusan karyawan Luwes yang melakukan aksi solidaritas di Swalayan Luwes Nusukan, Ratu Luwes Pasar Legi, dan Luwes Gading terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) dua rekan mereka secara sepihak dan tanpa alasan.

Sekitar 300 karyawan pengunjuk rasa di Ratu Luwes Pasar Legi Banjarsari itu memblokir jalan masuk swalayan dan pintu tempat parkir sehingga pengunjung tidak bisa berbelanja.

Selain melakukan orasi, mereka juga menggelar sejumlah poster yang bertuliskan: "Kembali Dua Karyawan Luwes Nusukan Endang Sulistyowati dan Yuli yang Dipecat oleh Pihak manajemen" dan "Pecat Manajer HRD Luwes Group, Bengawan Tejo".

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Ratu Luwes Pasar Legi, Adityo, mengatakan bahwa aksi solidaritas tersebut dalam rangka menuntut pihak menajemen Luwes untuk mengembalikan Endang dan Yuli yang di-PHK secara sepihak.

"Endang dan Yuli merupakan pengurus Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kota Surakarta. Mereka dipecat dari pekerjaannya di Luwes Nusukan tanpa alasan yang jelas. Keduanya tidak diberikan pesangon oleh pihak manajemen," katanya.

Selain itu, para karyawan Luwes di Solo juga menuntut pemilik swalayan agar memecat Manajer HRD Luwes Group, Bengawan Tejo, karena kebijakannya selalu meresahkan karyawannya.

"Manajer HRD Luwes Group, Bengawan Teja, kebijakannya tidak adil terhadap karyawan yang menjadi anggota SBSI. Namun, karyawan anggota Serikat Buruh Luwes Nusukan (SBLN) bentukan manajemen lebih diperhatikan," katanya.

Menurut Adityo, aksinya akan berlanjut jika pihak manajemen Luwes tidak memperhatikan tuntutannya.

Pihaknya juga akan menemui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo untuk penyelesaian kasus tersebut.

Tari (23), karyawan Ratu Luwes Pasar Legi, mengatakan bahwa ada sebanyak 300 karyawan yang melakukan aksi di Ratu Luwes di Jalan S. Parman. Mereka menuntut agar dua karyawan Luwes Nusukan segera dikembalikan ke pekerjaan semula.

"Kedua karyawan yang dipecat tanpa alasan itu bertugas di bagian jaga stan di Luwes Nusukan. Kami juga menuntut Manajer HRD Luwes Group mundur dari jabatannya karena sering berlaku tidak adil," katanya.

Sementara itu, demo di Luwes Nusukan sekitar 60 karyawannya. Mereka meneriakan yel-yel di depan pintu masuk swalayan tersebut.

Sejumlah aparat keamanan juga berjaga-jaga di depan pintu masuk swalayan agar pengunjung bisa masuk berbelanja seperti biasanya.

Ayu Triastiyani, Korlap Aksi Luwes Nusukan, mengatakan bahwa buntut dari aksi yang pertama pada tanggal 24 Desember 2012, pihak menajemen memecat kedua karyawan tersebut tanpa alasan.

"Kami akan melakukan aksi terus sebelum kedua rekan kami dipekerjakan kembali di tempat semula," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 3616 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER