Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 00:42 WIB

Aren Genjah Bisa Menjadi Sumber Energi

Kamis, 27 September 2012 / lintas daerah / tgh

 

Sangatta, (ANTARA) - Pohon Aren Genjah, yang menjadi salah satu tanaman khas dan ungulan Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dapat menjadi salah satu sumber pangan dan energi terbarukan di masa mendatang.

"Aren Genjah, yang telah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, diharapkan akan menjadi sumber pangan dan energi terbarukan pada masa mendatang," kata Wakil Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaiman, Rabu (26/9).

Hal itu dikatakan Wabup Ardiansyah Sulaiman, pada acara Seminar Nasional Aren, di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dihadiri sekitar 257 peserta dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan beberapa bupati seperti, Bupati Kabupaten Meranti Provinsi Riau, Pemkab Manado Sulawesi Utara, Pemkab Nabire Provinsi Papua, serta sejumlah Dosen serta peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Wabup dalam paparannya di depan peserta Seminar Nasional Aren, menerangkan, berdasarkan hasil penelitian, produksi Aren Genjah Kutai Timur ini, bisa menghasilkan tidak kurang dari lima ribu liter nira per pohon pada masa produktifnya.

"Pemkab Kutai Timur, tidak salah dalam mengembangkan dan membudidayakan Aren Genjah ini, karena ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi," ujarnya.

Dikatakannya, dalam beberapa tahun mendatang, budidaya Aren Genjah ini akan semakin berkembang dan semakin diminati karena bisa menjadi salah satu alteratif untuk dijadikan sumber pangan dan energi terbarukan.

Sementara Muhammad Sakir, dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur, yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, pohon aren ini hanya bisa dipanen, saat berusia 10 tahun, tetapi sekarang ini sudah bisa dipersingkat usianya menjadi 5 tahun bisa panen.

Arena Genjah Kutai Timur, kata Muhammad Sakir, telah terdaftar di Kementerian Pertanian dan memiliki hak paten, berdasarkan rekomendasi dari hasil penelitian yang dilakukan Balitbangda.

Dibaca : 686 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER