Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 00:23 WIB

Suplai Cabe dari Petani Solok Selatan Turun

Kamis, 06 Desember 2012 / lintas daerah / antara

OTDANEWS.COM, Padang Aro, Sumbar - Suplai cabe merah lokal dari petani ke pedagang di Solok Selatan, Sumatera Barat anjlok sejak tiga bulan yang lalu akibat tanaman cabe banyak yang rusak.

Seorang pendagang cabe di pasar tradisional Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu Eri Bariang, Kamis menyebutkan kondisi ini sudah sejak tiga bulan yang lalu. Sebelumnya, dalam sekali pasar pasokan dari petani sekitar 1 sampai 1,5 ton, namun saat ini tidak sampai 500 kilogram.

Penyebab anjloknya pasokan cabe dari petani lokal disebabkan tanaman cabe banyak yang rusak, seperti buah yang busuk dan daun keriting, sejak masuknya musim penghujan.

Guna memenuhi permintaan cabe yang mencapai 5 ton setiap pasaran, para pedagang banyak yang mendatangkan cabe merah dari luar daerah, seperti Kerinci Provinsi Jambi, Alahan Panjang Kabupaten Solok, dan dari Jawa.

Dalam sekali pasar, suplai cabe merah dari luar daerah mencapai 2 sampai 3 ton.

"Cabe dari Jawa baru datang minggu ini. Adanya pasokan dari luar daerah ini cukup mampu memenuhi permintaan konsumen, meskipun masih banyak yang bertanya cabe lokal," katanya.

Berkaitan dengan harga, sebut dia, dalam seminggu ini harga cabe di Solok Selatan turun dari kisaran Rp24.000 sampai Rp28.000 per kilogram menjadi Rp18.000 sampai Rp20.000 per kilogram.

Harga jual tertinggi untuk cabe lokal karena banyak konsumen yang mencari cabe lokal yang disebabkan rasanya lebih enak dibanding cabe dari luar daerah.

"Sementara untuk cabe luar harganya bervariasi. Biasanya cabe dari Jawa lebih rendah dibanding harga cabe dari Sumatera, baik cabe dari Medan atau Lampung," katanya.

Sementara Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Solok Selatan Vera Septaria menyebutkan, cabe bukan salah satu komoditas unggulan di Solok Selatan.

"Untuk saat ini komoditas unggulan di Bidang Hortikultura adalah jeruk dan manggis. Sementara sayur mayur kentang mengingat iklim yang cocok," sebutnya.

Kendati bukan komoditas unggulan, namun banyak petani yang menanam cabe. Untuk tahun 2012 luas tanaman cabe di Solok Selatan 281 hektare dengan produksi 77,3 ton. Sementara target tanam di 2013 seluas 355 hektare dengan produksi 93,69 hektare.

Dia menyebutkan, rata-rata petani di Solok Selatan menanam cabe melihat kondisi harga pasar. Di saat harga pasar bagus, banyak petani yang akan menanam.

"Tapi untuk saat ini karena harga cabe tergolong rendah dan banyak penyakit yang menyerang, mereka beralih ke semangka," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 1131 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER