Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 11:00 WIB

Menakar Peluang Enam Cagub Papua

Jumat, 18 Januari 2013 / pilkada / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah Gubernur dan wakil Gubernur di Provinsi paling Timur Indonesia akan digelar serentak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 29 Januari 2013.

Enam kandidat pasangan calon Gubenrur dan Wakil Gubernur Papua yang bertarung memperebutkan kursi nomor satu Papua itu diantaranya pasangan nomor urut (1) Noakh Nawipa-Johanes wob, (2) Drs Menase Robert Kambu-Blasius Adolf Pakage,(3) Lukas Enembe-Klemen Tinal, (4) Wellington Wenda-Weynand Watori,(5) Alex Hesegem-Marthen Kayoi dan pasangan nomor urut (6) Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya.

Sepekan pelaksanaan kampanye terbuka dan dialogis dilakukan enam pasnagan kandidat calon Gubernur Papua telah mengumbar janji dan menawarkan program visi misi Gubernur periode 2013-2018 kepada elemen masyarakat di berbagai Kabupaten/Kota Provinsi Papua.

Dari fakta yang ada dapat kita lihat hampir sebagian besar kandidat calon Gubernur Papua periode 2013-2018 pernah memimpin wilayah kabupaten, kota serta merupakan mantan wakil Gubernur Papua, seperti Menase Robert Kambu adalah mantan Walikota Jayapura, Lukas Enembe adalah mantan Bupati Puncak Jaya, Welington Wenda adalah masih aktif menjabat Bupati Pegunungan Bintang, Habel Melkias Suwae adalah mantan Bupati Jayapura dua periode.

Bahkan, Aleks Hesegem adalah mantan Wakil Gubernur Papua dan pasangannya Ir Marthen Kayoi sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua. Hanya calon Gubernur Noak Nawipa yang bukan kalangan birokrat karena beliau adalah seorang pendeta dan pengajar di Sekolah Tinggi Teologi (STT)-Walter Post Sentani.

Untuk dukungan enam kandidat calon Gubenrur juga beragam, empat berasal dari koalisi partai politik diantaranya pasangan MR Kambu/Blasisus Pakage (koalisi Hanura/PAN), Lukas Enembe (koalisi Demokrat/PKS), Habel Melkias Suwae/yop Kogoya (koalisi Golkar, PDIP, PDS, PKB, PPNUI serta PBB) dan Alex-Marthen (koalisi partai non kursi DPRD).

Sedangkan dua calon Gubernur Papua lainnya maju melalui jalur independen atau perseorangan, diantaranya pasangan Noak Nawipa/Jhon Wob serta pasnagan Welington Wenda/Weynand Watori.

Enam calon putra terbaik Papua Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Papua Komarudin Watubun mengakui, enam sosok calon Gubernur Papua merupakan putra terbaik Papua yang pernah menjadi Bupati, Walikota dan Wakil Gubernur.

"Dukungan rakyat kepada enam pasangan calon Gubernur Papua akan dibuktikan ketika pemilihan umum kepala daerah 29 Jnauari 2013, ya semua kandidat punya peluang untuk memenangi pertarungan politik pesta demokrasi Papua," ujarnya.

Sebagai koaliasi partai pendukung Habel Melkias suwae/yop Kogoya, menurut Komarudin, dirinya optimistis sosok HMS bisa meraih kemenangan sebagai Gubernur bersama Waki Gubernur Yop Kogoya karena prestasinya saat menjadi Bupati Kabupaten Jayapura banyak membuat gebrakan keberhasilanm pembanguan di kabupaten bersangkutan.

"PDI Perjuangan memberikan dukungan kepada calon Gubernur Habel Melkias Suwae dan Wakil Gubernur Yop Kogoya bukan asal-asalan tetapi berdasarkan prestasi kerja calon bersangkutan saat menjabat Bupati Jayapura, ya ini dibuktikan saat evaluasi Kementerian Dalam Negeri di Bogor sosok HMS sebagai salah satu Bupati terbaik di papua," ujar Komarudin Watubun.

Ia berharap, jika keiak pasangan HMS-Yop Kogoya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur 29 januari 2013 diharapkan dapat mewujudkan janji politik kepada rakyat saat melakukan kampanye, seperti meralisasikan pemekaran Papua.

Program lain yang ditawarkan pasanga HMS-Yop Kogoya akan mengirim anak asli Papua belajar kuliah ke luar negeri, membangun sarana prasarana insfratsruktur dasar, kesehatan, pendidikan serta program lain yang dibuat dalam visi misi Gubernur 2013-2018.

calon independen Optimistis dukungan rakyat Sementara itu, kandidat calon independen Gubernur Papua, Welington Wenda menyatakan dirinya optismitis mendapat dukungan rakyat Papua untuk menjadi pemenang dalam pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2013-2018.

Ia mengatakan, tekad untuk membangun Papua yang lebih baik, damai dan rakyat makin sejahtera dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang bagus menjadi komitmen dirinya untk maju menjadi calon Gubernur Papua berpasangan dengan Wakil Gubernur Weynand Watori.

"Meski maju menjadi Gubernur melalui jalur indendenden saya tidak gentar menghadapi calon Gubenrur lain yang maju didukung koalisi partai politik, ya peluang untuk menjadi Gubernur Papua periode 2013-2018 sama terbuka untuk semua pasangan,' ujar Welington Wenda.

Keinginan menjadi Gubernur Papua, menurut Wenda, bukanlah atas dorongan diri pribadinya semata tetapi merupakan kehendak Tuhan bersama pasangan Wakil Gubernur Weynad Watori untuk membawa perubahan masyarakat Papua lebih aman, damai, maju dan sejahtera.

"Saya tetap yakin masyarakat Papua pada Pemilihan umum kepala daerah Provinsi Papua 29 Januari 2013 akan memilih pasangan duet Welington Wenda-Weynand Watori untuk membawa perubahan menuju Papua baru," ujarnya.

Siap menang siap kalah Sementara itu, calon Wakil Gubernur Papua Marthen Kayoi, pasangan Gubernur Alex Hesegem, mengakui, dirinya bersama calon Gubenrur Alex Hesegem siap menerima hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenrur Provinsi Papua pada 29 Januari 2013.

"Deklarasi penandantanganan siap menang dan siap kalah dalam Pemilihan Umum Gubernur dan wakil Gubernur yang menjadi komitmen bersama enam pasangan calon diharapkan menjadi perhatian bersama," ungkap calon Wakil Gubernur Marthen Kayoi.

Ia mengakui, pengalaman dirinya 30 tahun menjadi aparat birokrat pemerintahan dan pengalaman politik Calon Gubenrur Alex Hesegem diharapkan menjadi perpaduan serasi dalam membawa perubahan menuju Papua Papua.

Marthen mengatakan, tolok ukur masyarakat Papua untuk menentukan pilihan dalam pemilihan umum Gubenur dan Wakil Gubernur diharapkan melihat pengalaman dna rekam jejak calon bersangkutan selama menjalani karier politik, birokrasi dan kemasyarakatan.

"Program prioritas yang ditawarkan pasangan Alex-Marthen melanjutkan program Respek jilid II dengan menambah alokasi anggaran menjadi Rp500 juta/kampung," ungkap Cawagub Marthen Kayoi.

Terkait dukungan politik partai non kursi DPRD terhadap pasangan Alex-Marthen, menurut Marthen Kayoi, dukungan politik 14 partai pendukung pasangan Alxe-Marthen telah bersatu merapatkan barisan untuk berjuang mengantar kemenangan di Pilgub 29 Januari mendatang.

Data enam pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan bertarung merebut simpati rakyat dalam pemilihan langsung kepala daerah di daerah paling Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papuamempunyai gengsi sesama partai pendukung serta sangatlah strategis dalam mengapai keberhasilan yang kokoh untuk menghadapi Pemilihan Umum 2014.

Untuk keempat calon Gubernur yang maju melalui dukungan partai politik rasanya sudah memiliki pengalaman di lapangan sebab telah teruji kepopularitas dan ketenaran partai bersangkutan tidak perlu diragukan, sementara dua calon perseorangan harus ekstra kerja keras mengingat dukungan calon pemilih tidak nyata seperti kader partai politik tertentu.

Ada sedikit keunikan dalam pemilihan Gubernur Papua berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 telah mengatur tata cara syarat pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur harus orang asli Papua yang harus mendapat rekomendasi persetujuan Majelis Rakyat Papua.

Namun, dibalik pemilihan Gubenur Papua tersimpan prestise tinggi di kalangan calon karena mampu merebut simpatik rakyat untuk bisa dipilih melalui proses demokrasi langsung, bebas dan rahasia 29 Januari 2013.

Harapan masyarakat Papua menginginkan pemimpin yang mumpuni baik kemampuan manajerial, leadership, pengalaman dalam birokrasi, dan lain sebagainya, penguasaan dan pemahamannya yang menyeluruh tentang otonomi daerah bagi seorang calon gubernur merupakan suatu keharusan.

Pemilihan Gubernur Papua diharapkan memberikan pembelajaran politik dengan mengedepankan prinsip demokrasi dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat. Rakyat berdaulat pemegang mandat suara untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan tepat dan bertanggungjawab pada 29 Januari 2013.

Siapapun sosok salah satu dari enam pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur yang akan terpilih melalui pemilihan umum langsung 29 Januari 2013 bukanlah kemenangan partai politik pengusung namun kemenangan rakyat Papua untuk memilih pemimpin yang bersih,k amanh, visioner, jujur dan bebas kolusi, korupsi dan nepotisme.

Rakyat Papua membutuhkan sosok pemimpin Papua yang mau melayani masyarakat, merealisasikan janji kampanye ke dalam kebijakan strategis selama lima tahun kepemimpinan menjadi Gubenrur Papua.

Melalui langkah-langkah kebijakan yang strategis demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Papua baru, yang aman, damai, mandiri dan sejahtera.

Pemilihan umum kepala daerah dalam periode otonomi khusus Papua, membutuhkan sosok pemimpin Papua yang tegas dan berani dalam melaksanakan berbagai kebijakan strategis politik,ekonomi,hukum, sosial budaya dan pertahanan keamanan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh.

Bukan malah sebaliknya demokrasi di tanah Papua menjadi rakyat makin gagap karena pembelajaran politik dimanipulasi oleh kaum elit semata guna menghalalkan berbagau cara meraih kemenangan untuk menjadi Gubernur Papua.

Dengan demikian perwajahan pemilihan Gubernur Papua 29 Januari 2013 diharapkan dapat berlangsung secara obyektivitas dan netralitas dilakukan penyelenggara pemilihan umum.

Biarlah rakyat Papua menentukan pilihan sesuai hati nuraninya sendiri sehingga Gubenrur dan Wakil Gubernur yang terpilih benar-benar merupakan keinginan rakyat Papua sendiri. (ANTARA)

Dibaca : 1192 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER