Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 14:22 WIB

KBRI Abu Dhabi Promosi Budaya "Panggih" Pengantin

Rabu, 06 Maret 2013 / mancanegara / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia Abu Dhabi menyelenggarakan upacara "panggih" (temu pengantin) untuk komunitas diplomatik khususnya para istri duta besar dari berbagai negara di Wisma Duta Abu Dhabi sebagai bagian promosi budaya khususnya Jawa.

Siaran pers KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa malam, menyebutkan, sebanyak 30 orang istri duta besar dari berbagai negara terlihat terkesima dengan atribut pakaian yang dikenakan oleh kedua mempelai dan prosesi adat Jawa pada 4 Maret 2013, walaupun hanya berlangsung sekitar 30 menit.

"Kesakralan dan kekhusukan prosesi sangat terasa pada saat itu," katanya.

Pasangan pengantin dilakukan oleh WNI bernama Hetty yang kebetulan baru menikah dengan seorang warga negara Jerman, bernama Falk. Pasangan mempelai tampak cantik dan gagah mengenakan baju adat Jawa berwarna hijau dengan payet emas dan atribut lainnya seperti topi dan keris yang dipakai oleh Falk.

Walaupun baru pertama kali melakukan upacara pernikahan adat Jawa namun keduanya nampak luwes dan anggun.

Alunan gending Jawa mengiringi langkah kedua mempelai. Pengantin pria dan wanita yang menggunakan pakaian adat Jawa untuk saling bertemu. Selanjutnya kedua mempelai saling melempar sirih dan pengantin pria menginjak telur yang kemudian dicuci oleh pengantin wanita.

Sampai pada akhirnya kedua mempelai duduk di kursi pelaminan untuk melakukan penyuapan makanan dan sungkeman kepada orangtua. Rangkaian acara "panggih" atau temu pengantin merupakan sebagian dari prosesi atau ritual pernikahan adat Jawa yang diperkenalkan kepada publik setempat.

Umi Al Farisi, istri Dubes RI untuk Uni emirat Arab (UAE), yang menjadi tuan rumah di acara tersebut menyampaikan kepada para tamu bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam budaya dan salah satunya adalah panggih pengantin dari Jawa.

Dikatakannya bahwa setiap prosesi memiliki makna yang dalam bagi kedua mempelai.

Acara diakhiri jamuan makan siang dengan hidangan khas Indonesia seperti sate lontong, gado-gado, tekwan, dan kue-kue jajan pasar.

Dibaca : 473 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER