Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 00:29 WIB

Panglima Militer Afrika Barat Setujui Rencana Tentara Mali

Selasa, 15 Januari 2013 / mancanegara / antara/reuters

 

OTDANEWS.COM, Bamako - Panglima militer Afrika Barat Selasa akan menyetujui rencana untuk mempercepat penyebaran pasukan Afrika menghadapi gerilyawan Islam di Mali utara, dengan beberapa tentara kawasan tampaknya tiba pekan depan.

Prancis telah mengirimkan ratusan tentara ke Mali dan melakukan serangan udara beberapa hari di daerah padang pasir yang luas yang dikuasai oleh satu aliansi Islam tahun lalu, yang menggabungkan sayap Al Qaida Afrika utara AQIM dengan gerilyawan yang berkembang di Mali kelompok MUJWA dan Ansar Dine.

Kekuatan Barat dan kawasan cemas terhadap para gerilyawan akan menggunakan Mali utara sebagai landasan luncur serangan internasional.

"Pada 15 Januari, komite para Kepala Staf Pertahanan akan bertemu di Bamako untuk menyetujui rencana kontingensi," kata ketua misi kelompok negara-negara Afrika Barat ECOWAS Aboudou Toure Cheaka kepada Reuters.

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa dalam sepekan, pasukan akan efektif berada di lapangan," katanya.

Dia menambahkan misi mereka akan segera membantu menghentikan gerak maju gerilyawan sementara melakukan persiapan untuk rencana intervensi penuh berlanjut.

Ia tidak mengatakan berapa banyak tentara yang akan tiba.

Jadwal semula 3.300 prajurit PBB asal Afrika - didukung oleh logistik Barat, uang dan intelijen - da tidak memperkirakan penyebaran penuh sebelum September karena kendala logistik.

Senegal, Burkina Faso, Niger, Nigeria dan Guinea semua telah menawarkan tentara. Tetapi Nigeria yang menjadi pembangkit kekuatan kawasan yang akan memimpin misi, telah memperingatkan bahwa bahkan jika beberapa tentara segera tiba di Mali, pelatihan akan mengambil lebih banyak waktu.

Rencananya adalah segera melacak setelah Prancis segera menanggapi permohonan bantuan oleh pemerintah Mali setelah gerak barisan=barisan pejuang Islam pekan lalu mengancam pusat kota garnisun Mopti dan Sevare, dengan bandara utamanya.

Kementerian pertahanan Prancis mengatakan pada Senin bahwa pihaknya bermaksud untuk menyebarkan sekitar 2.500 tentara ke Mali untuk memperkuat tentara Mali dan juga bahkan pasukan Afrika Barat.

Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan tujuan Prancis adalah untuk menghentikan gerilyawan, untuk "menjaga keberadaan Mali" dan membuka jalan bagi operasi militer yang dipimpin Afrika.

Para pejabat AS mengatakan Washington sedang mempertimbangkan untuk berbagi informasi dengan militer Prancis di Mali selain menyediakan logistik, pengintaian dan kemampuan angkutan udara.

"Kami telah membuat komitmen bahwa Al Qaida tidak akan menemukan tempat untuk menyembunyikan diri," kata Menteri Pertahanan AS Leon Panetta kepada wartawan saat ia memulai kunjungan ke Eropa. (ANTARA/Reuters)


Dibaca : 569 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER