Iklan Investor Pialang
Jumat, 20 April 2018 | 00:34 WIB

Berharap Mudik Tanpa Keluh Kesah

Rabu, 31 Juli 2013 / jejak / antara

OTDANEWS.COM, Jakarta - Ritual tahunan dalam merayakan Lebaran kini terulang lagi. Jutaan masyarakat akan "pulang kampung" yang merupakan tradisi dalam merayakan Hari Raya itu.

Karena peristiwa budaya ini selalu terjadi setiap tahun, seharusnya pelaksanaan dan pengamanannya makin baik sehingga pemudik dapat tiba di "kampung halaman"-nya tanpa keluh kesah.

Pemerintah, memang telah mempersiapkan pelaksanaan dan pengamanan agar ritual itu berlangsung lancar. Jumlah pemudik tahun ini yang menggunakan semua moda angkutan serta kecukupan armada yang akan digunakan sudah dikalkulasi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik 2013 mencapai 17,39 juta orang atau naik 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya . Pemerintah berjanji akan menyediakan angkutan Lebaran yang cukup.

Berdasarkan informasi dari Kemenhub, pemudik yang menggunakan angkutan jalan meningkat 3,72 persen atau akan mencapai 6,22 juta orang.

Jumlah pengguna mobil pribadi diperkirakan naik 6,17 persen dari 1.657.507 kendaraan pada 2012 menjadi 1.759.775 kendaraan pada 2013. Sementara pengguna sepeda motor diprediksi naik 8,15 persen dari 2.799.134 kendaraan menjadi 3.027.263 kendaraan.

Ada pun jumlah penumpang angkutan udara diramalkan meningkat 11,7 persen menjadi 3.756.464 penumpang. Pesatnya peningkatan jumlah penumpang udara itu akan diantisipasi dengan pelaksanaan jadwal penerbangan tambahan beberapa maskapai.

Pada bandara-bandara besar dan ramai kenaikan jumlah penumpang diperkirakan bisa mencapai 25 persen, seperti Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara Juanda (Surabaya), serta Bandara Hasanudin (Makassar).

Sedangkan untuk angkutan laut, jumlah pemudik diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga lima persen dari tahun sebelumnya, dari 1.585.554 penumpang di 2012 menjadi 1.664.832 pada 2013.

Sementara untuk angkutan darat diprediksi akan meningkat 3,72 persen dari 5.998.162 di 2012 menjadi 6.221.563 penumpang pada 2013.

Untuk angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP) diperkirakan akan mengalami kenaikan 1,76 persen dari 3.276.851 orang menjadi 3.334.425 orang dengan jumlah terbanyak di penyebrangan Merak-Bakauheuni.

Selain itu, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan kereta api diprediksi mengalami peningkatan 0,62 persen antara lain karena bertambahnya jumlah perjalanan kereta dan tambahan rangkaian kereta api. Tahun lalu yang terangkut sebanyak 3.102.386 sedangkan diperkirakan tahun ini menjadi 3.121.553 penumpang.

Pemerintah berjanji akan menyediakan angkutan Lebaran yang cukup. Angkutan Lebaran itu akan mulai beroperasi pada 24 Juli dan berakhir pada 24 Agustus 2013. Puncak arus mudik diperkirakan pada H-5 sampai dengan H-4. Sementara puncak arus balik antara H+1 dan H+2.

Layanan terbaik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah minta seluruh instansi pemerintah dan unit-unit pelayanan agar mempersiapkan pengamanan dan pelayanan masyarakat selama berlangsungnya arus mudik dan arus balik.

"Berikan layanan terbaik saudara-saudara kita, pemerintah dan negara harus betul-betul memberikan pengamanan dan pelayanan yang terbaik," kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna membahas persiapan Idul Fitri 2013 di Kantor Presiden Jakarta.

Di sektor pelayanan, kata Presiden, ketersediaan moda transportasi darat laut dan udara harus tersedia dengan baik.

"Misalkan jalur rawan Pantura menjadi prioritas kita, demikian juga yang tengah. Di samping tempat-tempat terkonsentrasinya penumpang, tempat lain juga tidak boleh diabaikan. Berikan pelayanan yang terbaik," kata Presiden.

Kemenhub sendiri telah meminta kepada seluruh dinas perhubungan di berbagai daerah agar selalu siap dalam menyukseskan kelancaran arus mudik yang akan dilakukan berbagai jenis angkutan pada Lebaran 2013 ini.

"Dinas Perhubungan harus melakukan berbagai antisipasi untuk menyukseskan terlaksananya angkutan Lebaran 2013 mendatang, termasuk di dalamnya menekan angka kecelakaan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso.

Untuk menekan angka kecelakaan selama mudik Lebaran, maka Dinas Perhubungan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota juga harus memasang rambu-rambu yang jelas, marka jalan hingga penerangan jalan di titik-titik tertentu.

Kemenhub juga memperingatkan para petugas dinas perhubungan di berbagai daerah agar jangan sampai melakukan pungutan liar terlebih selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2013 ini.

"Jangan sampai kalian yang memakai baju seragam korps perhubungan melakukan pungli baik di jalan, terminal, maupun pelabuhan. Kalau sampai ada laporan dan terbukti benar akan saya sikat," kata Suroyo Alimoeso.

Polisi Sementara itu, Kepolisian RI akan menurunkan dua pertiga personelnya untuk mengamankan perayaan Idul Fitri tahun ini, termasuk pengamanan arus mudik dan balik.

"Personel tentunya dua pertiga dari kekuatan Polri. Sekarang 400.000 personel. Jadi dua pertiga semua mendapatkan tugas melaksanakan operasi," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo. Polri akan menggelar operasi pengamanan sejak H-7 Idul Fitri atau sekitar 1 Agustus hingga H+7 Idul Fitri atau sekitar 17 Agustus.

Ia menjelaskan bahwa konsentrasi utama operasi tersebut adalah pergerakan masyarakat dari Jakarta ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Pantura Pantai Utara (pantura) Pulau Jawa barangkali salah satu jalur mudik yang kondisinya masih memprihatinkan. Menjelang arus mudik Lebaran 2013 kondisi pantura dilaporkan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni jalan rusak, perbaikan jalan dan jembatan, dan kemacetan merupakan ancaman yang bakal dialami pemudik jalur darat di Jawa.

Banyak imbauan, permintaan, bahkan desakan kepada pemerintah agar pembenahan jalur tersebut dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Maklum, saat ini di media sosial berkembang anekdot bahwa "jalur pantura adalah proyek raksasa yang tercatat dalam Guiness Book of Record yang perbaikannya dilakukan sampai kiamat".

Seperti yang disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno pada Selasa (23/7). Ia minta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum agar meningkatkan dan membenahi infrastruktur jalan raya di seluruh jalur mudik, seiring melonjaknya jumlah kendaraan setiap tahun.

"Setiap tahun jumlah arus mudik meningkat, tetapi jalan yang ada tidak pernah bertambah. Akibatnya, kalau infrastruktur tidak dibenahi angka kecelakaan bisa meningkat," katanya.

Kementerian Pekerjaan Umum sendiri sedang menyiapkan konstruksi lebih permanen untuk jalan nasional di jalur pantura Jawa yang memiliki panjang sekitar 1.100 kilometer.

"Kami berharap usia jalan bisa lebih panjang lagi meskipun untuk investasi awal membutuhkan biaya lebih besar," kata Direktur Jenderal Bina Marga, Djoko Murjanto.

Ia menjelaskan, saat ini lalu lintas harian per hari di jalur pantura mencapai 45.000 kendaraan untuk empat lajur. Padahal normal maksimalnya adalah 25.000 kendaraan per hari.

Untuk jalan pantura Jawa telah ditetapkan kebijakan untuk meningkatkan kekuatannya menjadi MST (muatan sumbu terberat) 10 ton, dari kondisi sebelumnya MST 8 ton sehingga usia jalan ditargetkan bisa 20 tahun dibanding kondisi saat ini rata-rata 10 tahun.

Dibaca : 946 kali
Baru dibaca Terpopuler
SIGNUP FOR NEWSLETTER