Iklan Investor Pialang
Rabu, 24 Januari 2018 | 12:20 WIB

Bulog Diharapkan Segera Tangani Kedelai

Kamis, 29 Agustus 2013 / ekuin / antara

OTDANEWS.COM, Denpasar - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diharapkan segera menangani kacang kedelai seperti halnya beras, sehingga persediaan di pasaran tetap terjamin dengan harga yang stabil.

"Instruksi Kepala Negara itu agar segera ditindaklanjuti sehingga harga kedelai tidak mengalami kenaikan seperti halnya sekarang ini dari Rp7.200 per kilogram menjadi Rp9.200/kg," kata kata Ketua Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Bali Haji Sutrisno di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Bulog setempat untuk pengadaan bahan baku kedelai bagi para perajin dan pengusaha tahun tempe di daerah ini.

"Bulog belum bisa melakukan impor kedelai karena masih menunggu proses perizinan dari dari Kementerian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan," kata Haji Sutrisno.

Ia mengharapkan, dengan adanya Bulog menangani pengadaan kacang kedelai, persediaan mata dagangan itu di pasaran tetap terjamin dengan harga yang stabil.

Pengadaan kacang kedelai, termasuk impor, selama ini ditangani oleh pihak swasta sehingga harganya mengikuti nilai kurs dolar.

Kebutuhan kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe di Bali selama ini 85 persen tergantung dari impor, hanya 15 persen dari produk lokal.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gde Suarsa dalam keempatan terpisah mengatakan bahwa produksi kedelai di daerah ini berdasarkan angka tetap (atap) selama 2012 menurun sebanyak 293 ton biji kering atau 3,45 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi kedelai berfluktuasi antara subround I, II, dan III. Namun, secara keseluruhan menunjukkan adanya pengurangan produksi. Produksi kedelai pada Subround I (Januari--April) 2012 naik sebesar 382 ton atau 64,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Demikian pula, Subround II (Mei--Agustus) 2012 meningkat 1.277 ton atau 53,03 persen. Namun, pada masa Subround III (September--Desember) 2012 mengalami penurunan sebesar 1.952 ton atau 35,47 persen.

Dibaca : 1053 kali
SIGNUP FOR NEWSLETTER